BERITA UTAMAMIMIKA

KKB Papua Sandera Dua Unit Eksavator dan Tiga Orang Operator di Lokasi Tambang Ilegal Kampung Wakia

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
3565
×

KKB Papua Sandera Dua Unit Eksavator dan Tiga Orang Operator di Lokasi Tambang Ilegal Kampung Wakia

Share this article
IMG 20240330 WA0090
para pendulang saat hendak mengungsi

ads

Timika, fajarpapua.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dikabarkan menyandera dua unit eksavator dan tiga orang operator di lokasi tambang emas ilegal di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.

Hal ini disampaikan salah satu pendulang emas di Kampung Wakia bernama Epot kepada fajarpapua.com, Sabtu (30/3).

Menurutnya penyanderaan terjadi pada Jumat (29/3) sekitar pukul 20.00 WIT yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga anggota KKB Papua.

Kelompok yang berjumlah lebih dari 40 orang tersebut memasuki area tambang dan mengancam warga serta pendulang yang berada di kem.

“Kami tadi malam (kemarin-red) jam delapan malam sementara istirahat ada empat orang datang menghampiri tenda. Diantara mereka ada yang membawa sejata laras panjang dan panah lalu mengancam kami yang ada disana,” jelasnya.

Epot menjelaskan para pelaku mendatangi sekitar empat puluh kem yang ada di Kampung Wakia yang ditempati sekitar dua ratus orang pendulang.

“Pelaku keliling di kem kami lalu, mengancam kami dan meminta pendulang keluar dari Wakia, mereka juga mengancam kami,” ujarnya.

Akibat ancaman tersebut, Epot dan rekan-rekannya akhirnya hendak meninggalkan kem pada Sabtu (30/3) sekitar pukul 12.00 WIT.

Namun saat ingin meninggalkan kem, Epot mengungkapkan para pelaku meminta sejumlah uang kepada para pendulang.

Bahkan anggota KKB Papua tersebut kemudian menyandera dua unit eksavator bersama tiga orang operatornya.

“Mereka menyandera dua eksavator dan tiga orang operator dengan dalih sebagai jaminan agar kepala kampung harus bertemu mereka,”ungkapnya

Epot menyampaikan selama ini tidak ada gangguan keamanan di area tambang dan selama ini berjalan dengan aman.

“Selama ini kami mendulang dengan baik, tapi kami kaget kemarin didatangi KKB Papua, lalu kami sudah mengungsi ke beberapa kampung terdekat hanya tiga orang teman kami masih disana,” tuturnya.

Terkait informasi penyanderaan di Kampung Wakia ini, Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.(moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *