BERITA UTAMAMIMIKA

Virus Misterius Mirip Penyakit Cacar Monyet Menyerang Sejumlah Warga Kota Jayapura

cropped cnthijau.png
17823
×

Virus Misterius Mirip Penyakit Cacar Monyet Menyerang Sejumlah Warga Kota Jayapura

Share this article
9200fe00 3531 41a2 8799 2e35dad86415
Tangan seorang anak yang terserang virus mirip cacar air di Jayapura

Jayapura, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan Kota Jayapura menemukan virus misterius mirip cacar monyet mulai menyerang masyarakat di Kota Jayapura.

Virus mirip cacar monyet itu termasuk penyakit menular dan sudah ada temuan beberapa kasus yang dialami masyarakat di wilayah Abepura dan telah viral beredar di media sosial hingga membuat sebagian warga Kota Jayapura resah.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengaku ada beberapa warga yang terserang virus tersebut di wilayah Abepura. “Memang virus itu ada dan menyerang warga agak meningkat. Betul ada ditemukan pada masyarakat tahun ini, kalau dulu sesekali saja ditemukan, tetapi virus yang menyerang warga sudah ditangani,” ujar Sri Antari melalui telepon selulernya, Jumat (12/4/2024).

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter penyebab penyakit aneh yang menyerang itu adalah virus sudah beberapa kali terjadi. “Virus ini menyerang apabila daya tahan tubuh kita turun akan berat gejalanya, tetapi kalau daya tahan tubuh kita bagus penyakit itu terlihat seperti cacar air,”katanya.

Sri Antari menyebutkan, jika ada masyarakat yang mengalami penyakit seperti cacar air tersebut sebaiknya segera dibawa ke dokter agar dilakukan penanganan atau diberikan obat antibiotik supaya sembuh, namun yang perlu dikuatirkan jika virus menyerang ditenggorokan yang bisa menyumbat gangguan pernafasan atau sesak.

“Virus mirip penyakit cacar monyet ini bisa sembuh dalam waktu 2 minggu sampau 4 minggu. Memang penyakit ini terlihat seram sekali, tapi bisa disembuhkan yah, jadi masyarakat tidak perlu takut karena penyakit ini sudah ditangani oleh dokter dan kami terus memantau perkembangan virus ini,” ungkap Sri Antari.(hsb)

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *