BERITA UTAMAMIMIKA

Papuan Bridge Program, Upaya Freeport Tingkatkan Keterampilan Kewirausahaan Pengusaha Muda Papua

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
84
×

Papuan Bridge Program, Upaya Freeport Tingkatkan Keterampilan Kewirausahaan Pengusaha Muda Papua

Share this article
IMG 20240419 WA0007
Tampak peserta bersama Instruktur dan Manajemen PTFI berfoto bersama usai pembukaan program PBP YET di Institut Pertambangan Nemangkawi, Kuala Kencana, Timika, Rabu (18/4).Foto: Istimewa

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Timika, fajarpapua.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) memiliki komitmen untuk meningkatkan keterampilan pengusaha muda putra-putri asli Papua.

Salahsatunya melalui Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET), sebuah program yang dibuat khusus untuk pengembangan wirausaha.

Pelaksanaan PBP YET Angkatan Pertama, dibuka oleh Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum di Institut Pertambangan Nemangkawi, Kuala Kencana, Timika, Rabu (17/4) lalu.

Saat membuka PBP YET, Nathan Kum mengungkapkan program ini merupakan bagian dari investasi sosial PTFI melalui Institut Pertambangan Nemangkawi.

“Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia asli Papua di bidang kewirausahaan,” ujar Nathan Kum.

Nathan mengatakan program pembelajaran ini mengadopsi materi dari program Dream Builder yang diinisiasi oleh Freeport McMoran Foundation berkolaborasi dengan Thunderbird School of Global Management dan Arizona State University (ASU).

Dream Builder sendiri merupakan program pelatihan bersertifikasi yang telah diikuti lebih dari 185 ribu peserta di 182 negara.

Menurutnya, seluruh peserta PBP YET diajarkan berbagai hal yang pada umumnya akan dijumpai dalam dunia usaha, seperti ketrampilan presentasi, ketrampilan komputer, kemampuan berbahasa Ingris, kepimpinan, kewirausahaan dan kemampuan pemasaran yang baik.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat menerapkan materi secara praktis ke dalam aktivitas usahanya sehingga melalui program PBP YET akan lahir lebih banyak pengusaha asli Papua sukses ke depannya,” kata Nathan Kum.

Untuk angkatan pertama PBP YET dari 252 pendaftar dari seluruh Papua, setelah melalui proses seleksi dipilih sebanyak 11 peserta.

Selanjutnya para peserta mengikuti pelatihan selama empat bulan ke depan. Selama menjalani program, PTFI memberikan fasilitas kesehatan dan uang saku untuk peserta. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *