BERITA UTAMAMIMIKA

Gelar Pertemuan Bersama Kubu Newegalen, Bupati Mimika : Ada Itikad Perdamaian, Kita akan Pertemukan Kedua Pihak

75
×

Gelar Pertemuan Bersama Kubu Newegalen, Bupati Mimika : Ada Itikad Perdamaian, Kita akan Pertemukan Kedua Pihak

Share this article
Suasana pertemuan antara Pemda Mimika, Pemda Puncak, pihak Newegalen dan tokoh masyarakat serta Pendeta dalam upaya penyelesaian konflik Kwamki Narama di Pendopo Rumah Negara SP III, Rabu (7/1).

Timika, fajarpapua.com – Upaya mempercepat perdamaian konflik antarwarga Puncak yang terjadi di wilayah Kabupaten Mimika terus dilakukan oleh Bupati Mimika.

Setelah sebelumnya bertemu pimpinan perang, para kepala suku dan keluarga lima korban meninggal dari kubu Dang, pada Rabu (7/1) sore Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong kembali bertemu kubu Newegalen.

iklan

Pertemuan yang digelar di Pendopo Rumah Negara SP 3 itu dihadiri Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni bersama anggota DPRK Mimika serta pendeta, tokoh masyarakat dan korban dari kubu Newegalen.

Usai pertemuan Bupati Rettob mengatakan, dari hasil pertemuan ada itikad perdamaian dari pihak Newegalen, tetapi masih ada satu tahap lagi yaitu mempertemukan kedua pihak yang akan dilakukan beberapa hari lagi.

“Jadi dari hasil pertemuan dari pihak Newegalen mengerucut perdamaian akan segera terjadi, satu langkah lagi kita akan lakukan pertemuan dua kubu beberapa hari kedepan. Setelah itu kita akan segera lakukan prosesi belah kayu berarti damai,” katanya.

Selain itu dari pertemuan tersebut, kubu Newegalen berharap aparat keamanan dapat digeser sehingga warga bisa hadiri pertemuan .

“Sebelum pertemuan kedua pihak akan dilakukan pertemuan keluarga masing-masing, nah sekarangkan sedang banyak aparat keamanan didalam. Mereka mau mengumpulkan keluarga agak susah, sehingga mereka minta agak melonggarkan aparat keamanan supaya keluarga bisa bertemu untuk menentukan kapan waktunya,” tuturnya.

Bupati Mimika mengungkapkan, tidak ada permintaan khusus dari pihak keluarga kepada Pemerintah Daerah Mimika maupun Puncak.

“Tidak ada permintaan khusus dari mereka, sempat ada perdebatan ada yang bilang ini tanggung jawab pemerintah tetapi ada yang bicara dari mereka menegaskan ini perang adat harus diselesaikan secara adat dan pemerintah hanya memfasilitasi,” ungkapnya.

Sementara Tokoh Suku Damal di Kwamki Narama Geraldus Wamang mengatakan, pihaknya sangat menginginkan perdamaian sehingga dirinya sangat mendorong adanya perdamaian tersebut agar tidak jatuh korban lagi.

“Kami datang kesini untuk perdamaian, orang saya disini sudah habis, mereka keluarga saya perang. Korban sudah cukup saya tidak mau tambah korban lagi harus damai,” tuturnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika, kemudian Wakil Bupati dan Sekda Puncak yang sudah terus berusaha mengupayakan perdamaian perang adat saudara ini.

“Terima kasih Pemda Mimika dan Puncak dan semua pihak atas upaya perdamaian ini dan bantuannya dengan melibatkan kami para tokoh dan pendeta dalam proses perdamaian ini,” ungkapnya.(ron)

Response (1)

  1. Bupati Mimika, Johannes Rettob tidak mampu Kelola Pemerintahan Kabupaten Mimika.
    Lebih baik bupati Mimika Johannes Rettob mundur…

    TNI-POLRI dan Bupati Mimika membiarkan Masyarakat Papua di Mimika membiarkan Baku Bunuh. Setelah mereka baku bunuh sampai belasan dan mereka mau Damai baru kalian muncul seperti pendamai. Manusia terkvtvk

Leave a Reply to 2Sipa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *