Jayapura, fajarpapua.com – Operasi gabungan pencarian enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut yang hingga kini belum ditemukan memasuki hari ketiga pada Jumat (23/1). Kegiatan pencarian ini melibatkan personel Sat Polairud Polres Merauke, Basarnas Merauke, serta Kodaeral XI, yang dimulai sejak pagi dari Pelabuhan Perikanan Merauke.
Kasi Ops Basarnas Merauke Mathius Amba Rura mengatakan, teknis dan rencana operasi pencarian dilakukan di perairan Merauke. Usai briefing, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi pencarian menggunakan satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB) Basarnas Merauke dan satu unit Kapal Patroli Sat Polairud Polres Merauke KP.1012.
Dalam pelaksanaannya, sekitar pukul 09.00 WIT, unsur RBB hanya mampu mencapai jarak 12,32 mil laut pada posisi 08°40’59” LS – 140°21’00” BT. Kondisi cuaca yang memburuk berupa hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi menyebabkan tim SAR gabungan tidak dapat melanjutkan pencarian ke titik yang telah direncanakan.
Rura menjelaskan, cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam pelaksanaan operasi SAR pada hari ketiga. “Sejak pagi kondisi cuaca di perairan Merauke cukup ekstrem, dengan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini sangat berisiko terhadap keselamatan personel serta sarana yang digunakan,” ujar Mathius.
Akibat kondisi tersebut, tim SAR gabungan memutuskan kembali menuju Muara Kali Maro Merauke guna berlindung dan menunggu arahan lebih lanjut dari Kepala Basarnas Merauke. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
Setelah cuaca sempat memungkinkan, upaya pencarian kembali dilanjutkan pada siang hari dengan melibatkan unsur laut yang sama. Namun hingga sore hari, kondisi cuaca di perairan Merauke masih belum bersahabat. Kapal Patroli Sat Polairud KP.1012 dan RBB Basarnas Merauke kemudian kembali ke dermaga Pelabuhan Perikanan Merauke dan Pelabuhan Pintu Air Merauke demi mengutamakan keselamatan personel dan alutsista.
“Keselamatan personel merupakan prioritas utama dalam setiap operasi SAR. Pencarian akan terus kami lanjutkan dengan menyesuaikan perkembangan dan kondisi cuaca di lapangan,” tambah Mathius.
Sementara itu, personel Pos Polairud Kumbe juga melakukan pengecekan terhadap ABK KM Bintang Laut (GT 29) yang berhasil selamat dan saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Kumbe. Seluruh korban selamat dilaporkan masih dalam penanganan dan pengawasan tenaga medis.
Operasi pencarian terhadap enam ABK KM Bintang Laut yang masih dinyatakan hilang akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta perkembangan cuaca di wilayah perairan Merauke. (hsb)






