Timika, fajarpapua.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Abdul Sakir, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kabupaten dan Distrik Tahun 1447 Hijriah/2026 M, Senin (9/2).
Dalam sambutannya, Abdul Sakir menegaskan bimbingan manasik haji merupakan tahapan penting bagi calon jemaah dalam mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun pemahaman ibadah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Manasik haji ini adalah perjalanan fisik sekaligus perjalanan ilmu. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti bimbingan ini dengan sungguh-sungguh agar menjadi jemaah yang mandiri dalam menjalankan ibadah haji,” kata Abdul Sakir.
Ia menjelaskan, pelaksanaan manasik haji terintegrasi tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor KEP-4/BN/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 H/2026 M.
Melalui sistem ini, pemerintah memastikan seluruh jemaah memperoleh bimbingan yang seragam, berkualitas, dan berkelanjutan hingga tingkat distrik.
Terkait data jemaah haji Kabupaten Mimika, Abdul Sakir memaparkan bahwa kuota awal sebanyak 128 jemaah.
Namun, terdapat satu jemaah yang meninggal dunia, tujuh jemaah mutasi keluar, serta satu jemaah mutasi masuk dari Kota Bitung, Sulawesi Utara.
“Dengan demikian, total jemaah haji Mimika yang akan berangkat dan saat ini mengikuti manasik berjumlah 120 orang, termasuk empat jemaah lanjut usia dan dua jemaah cadangan,” jelasnya.
Abdul Sakir juga menyampaikan kegiatan bimbingan manasik haji ini didukung oleh anggaran yang bersumber dari Nilai Manfaat Jemaah Haji Reguler, sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua Nomor 11 Tahun 2026.
“Pembiayaan ini merupakan bentuk optimalisasi dana haji agar kembali memberikan manfaat langsung kepada jemaah dalam bentuk bimbingan ibadah yang maksimal,” ujarnya.
Ia turut berpesan kepada para jemaah, khususnya jemaah lanjut usia, agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian persiapan ibadah haji.
Sementara bagi jemaah yang lebih muda, ia mengajak untuk menumbuhkan semangat saling membantu selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap ada kepedulian dan tolong-menolong antarjemaah, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkas Abdul Sakir.
Kegiatan pembukaan manasik haji terintegrasi tersebut turut dihadiri Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Mimika Syahruddin Syarkani, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, serta perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Khaliza Khadijah ICMI, Salimah, dan Bank Muamalat Cabang Timika.
Selain itu, hadir pula Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), perwakilan Formigg, serta pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam dan KBIHU Rizky Barokah Zam-Zam. (mas)







