Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika membuka ruang dialog bersama karyawan yang saat ini berstatus mogok kerja (Moker).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong
Dalam forum itu, para warga moker menyampaikan berbagai keluhan yang telah mereka rasakan selama bertahun-tahun. Mereka berharap adanya perhatian terhadap hak-hak yang menurut mereka belum sepenuhnya terpenuhi.
Bupati Johannes Rettob menegaskan, pertemuan tersebut bukan untuk menyelesaikan sengketa hubungan industrial, melainkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan masyarakat.
“Kami hadir untuk mendengar. Ini bukan penyelesaian hubungan industrial karena kewenangannya ada di tingkat provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat. Tapi sebagai pemerintah daerah, kami merasa perlu membuka ruang komunikasi,” ujarnya. Jumat (20/2)
Menurut Bupati Rettob dari hasil diskusi diketahui ternyata banyak dari karyawan Moker yang masih memiliki tanggungan keluarga, anak-anak yang masih bersekolah, serta kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi.
Karena itu lanjutnya pendekatan yang diambil lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin aspirasi dicatat untuk ditindaklanjuti secara internal.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menjembatani komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan tempat para warga tersebut sebelumnya bekerja, yakni PT Freeport Indonesia.
Wakil Bupati Emanuel Kemong menambahkan pemerintah ingin memastikan setiap aspirasi tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan ketegangan baru.
“Yang terpenting, masyarakat merasa didengar. Kami akan komunikasikan hal-hal yang menjadi harapan mereka dan setelah itu kita akan bertemu kembali untuk menyampaikan perkembangan,” katanya. (moa)

















Komentar (0)