Mimika, fajarpapua.com – Pemerintah Distrik Iwaka mengusulkan sejumlah program prioritas pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang digelar di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Senin (2/3).
Musrenbang tersebut mengusung tema Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kampung dan Penguatan UMKM, yang menjadi forum bagi masyarakat dari berbagai kampung untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan kepada pemerintah daerah.
Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang distrik merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, forum ini tidak hanya membahas rencana pembangunan, tetapi juga menjadi komitmen bersama untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
“Musrenbang ini bukan sekadar membahas rencana pembangunan, tetapi juga komitmen bersama untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap usulan yang disampaikan masyarakat mulai dari tingkat kampung hingga distrik harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika, katanya, terus berkomitmen mendorong pembangunan yang inklusif, termasuk di Distrik Iwaka yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.
Sementara itu, Kepala Distrik Iwaka, Linus Dolame, menyampaikan sejumlah usulan prioritas hasil penjaringan aspirasi masyarakat dari tujuh kampung di wilayah tersebut.
Salah satu usulan utama adalah pelebaran jalan pada ruas perempatan Lapas hingga Kampung Dewata Bata sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ruas jalan tersebut dinilai sangat vital karena menjadi akses utama kendaraan, termasuk truk pengangkut sampah yang setiap hari melintas.
“Jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama menuju TPA. Kondisinya perlu diperlebar agar lebih aman dan lancar,” jelasnya.
Selain pelebaran jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan perumahan warga di sejumlah kampung.
Pasalnya, masih terdapat rumah yang telah lama terbengkalai tanpa kejelasan penyelesaian.
Di sektor pendidikan, warga juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi bangunan sekolah Inpres yang dinilai sudah tidak layak.
Fasilitas pendukung seperti pagar dan halaman sekolah juga belum memadai sehingga dinilai mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Usulan lain yang disampaikan yakni perbaikan akses jalan di wilayah SP7 yang hingga kini belum tersentuh pembangunan.
Kondisi sebagian ruas jalan yang rusak dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain infrastruktur, Linus juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah kampung dan pihak Puskesmas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui Musrenbang RKPD 2026 ini, masyarakat Distrik Iwaka berharap seluruh usulan prioritas yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan masuk dalam program pembangunan tahun mendatang.
Bagi warga, pembangunan yang diusulkan tidak sekadar menjadi program perencanaan, tetapi merupakan harapan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Distrik Iwaka. (moa)


