Timika, fajarpapua.com – Kualitas udara di Kabupaten Mimika terus memburuk selama beberapa pekan terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika memperkuat pemantauan sekaligus melakukan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Pemantauan dilakukan melalui Pusat Pengendalian Data dan Informasi BPBD dengan menjangkau sejumlah wilayah di Mimika, mulai dari kawasan pegunungan, pesisir hingga wilayah timur dan barat.
Plh. Kepala BPBD Mimika Fransiskus Bokeyau mengatakan kondisi memburuknya kualitas udara tersebut diduga berkaitan dengan faktor alam.
“Kami pantau kondisi ini secara menyeluruh. Kejadian ini kemungkinan besar peristiwa alam, bukan ulah manusia. Kita tidak dapat mengendalikannya, tetapi kita bisa memantau dan bersiap,” ujar Fransiskus.
Menurutnya, meski kondisi tersebut dipicu faktor alam (kebakaran hutan), pemerintah tetap mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang mungkin dirasakan masyarakat.
BPBD Mimika juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta sejumlah perangkat daerah terkait langkah perlindungan masyarakat.
Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni membagikan masker kepada warga.
Fransiskus mengatakan pemantauan kondisi udara akan terus dilakukan sembari memperkuat koordinasi lintas sektor.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan kualitas udara di Mimika.
BPBD Mimika berharap kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko terhadap kesehatan maupun aktivitas warga selama kondisi udara belum kembali normal.









