Lewati ke konten utama

Tanamkan Toleransi Lewat Olahraga, FKUB Mimika Gelar Mini Soccer Kerukunan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
18.51 WIT3 menit baca246 dibaca
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., menendang bola sebagai tanda dimulainya Mini Soccer Kerukunan FKUB 2026 di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, SP 2, Timika, Senin (12/10).
Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., menendang bola sebagai tanda dimulainya Mini Soccer Kerukunan FKUB 2026 di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, SP 2, Timika, Senin (12/10).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar Mini Soccer Kerukunan FKUB 2026 di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, SP 2, Timika, Papua Tengah, Senin (12/10). Turnamen ini menjadi wadah mempererat persaudaraan lintas agama sekaligus menanamkan nilai toleransi melalui olahraga.

Mengusung tema “Kick Off Harmony: Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”, turnamen tersebut diikuti delapan tim yang mewakili berbagai agama, terdiri dari dua tim Kristen, dua tim Islam, dua tim Katolik, serta masing-masing satu tim Hindu dan Buddha.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil., mengatakan turnamen ini tidak semata-mata bertujuan memperebutkan kemenangan, tetapi juga mempertemukan umat beragama dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, menghilangkan sekat perbedaan, serta memperkuat semangat kerja sama di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

Ia mengingatkan para pemain agar menjaga sikap selama pertandingan, menghormati keputusan wasit, serta menerima hasil kompetisi dengan lapang dada.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dan menghormati satu sama lain,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Jeffrey menjelaskan, FKUB Cup I juga menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut Konvensi Kota Toleran (KKT) II. Mimika diharapkan terus memperkuat rekam jejak sebagai daerah yang mampu menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Ia menyebut Mimika telah memperoleh dua penghargaan terkait harmoni dan kerukunan pada 2025. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi FKUB untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.

Selain turnamen mini soccer, FKUB Mimika berencana menggelar konser pada Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pesan toleransi kepada masyarakat.

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak yang turut hadir mengajak para pemain memanfaatkan turnamen tersebut untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat persatuan.

Ia berharap seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat tanpa mengesampingkan sportivitas. Persaingan di lapangan, menurutnya, harus tetap berada dalam koridor persahabatan dan saling menghargai demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Petrus Pali Ambaa menyatakan, keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekayaan daerah yang harus dirawat bersama.

Pemerintah daerah memandang kerukunan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan lintas agama seperti FKUB Cup I dinilai menjadi sarana membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kabupaten Mimika.

Selain memperkuat toleransi, turnamen ini diharapkan memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan olahraga, menjaga kesehatan, serta membangun karakter melalui disiplin dan kerja sama tim.

Para pemain juga diingatkan untuk menghormati lawan, wasit, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan pertandingan. Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari hasil akhir kompetisi, tetapi juga dari terjaganya persaudaraan setelah pertandingan berakhir.

Melalui turnamen perdana ini, FKUB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait berharap pesan kerukunan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Semangat kebersamaan yang dibangun di lapangan diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar Mimika tetap menjadi daerah yang damai, aman, dan menghargai perbedaan. (ron)