BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Terlibat Pembacokan dan Pembakaran Sekolah, Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo Ditangkap

144
×

Terlibat Pembacokan dan Pembakaran Sekolah, Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo Ditangkap

Share this article
Philip Kobak saat diamankan Satgas Damai Cartenz

Timika, fajarpapua.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Philip Kobak alias Nenak Kobak yang diketahui menjabat sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo. Penangkapan dilakukan tim Satgas Gakkum pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 16.44 WIT di area Gereja GIDI Kali Brasa, Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Penangkapan bermula dari proses pemantauan target oleh tim Satgas Gakkum sekitar pukul 15.30 WIT. Selanjutnya sekitar pukul 16.15 WIT target terdeteksi berada di pertigaan Jalan Jhon Banua, Dekai. Tim kemudian melakukan pengejaran menuju area Gereja Kali Brasa.
Saat mengetahui keberadaan aparat, tersangka sempat meninggalkan kendaraan dan melarikan diri ke arah hutan. Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, tersangka akhirnya berhasil diamankan pada pukul 16.44 WIT.

iklan

Pada Minggu, 8 Maret 2026, tim Satgas Operasi Damai Cartenz melanjutkan penyelidikan dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka serta beberapa rumah yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Philip Kobak diketahui merupakan Komandan Operasi Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo. Ia diduga memiliki peran dalam kegiatan operasional kelompok serta terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah Yahukimo.
Tersangka juga diduga terlibat dalam pembacokan terhadap Muhammad Syarif pada 11 Januari 2026 serta pembakaran SMK Negeri 2 Dekai pada 14 Februari 2026.

Keterlibatan tersangka dalam peristiwa lain masih didalami oleh penyidik Satgas Gakkum.

Saat penangkapan, aparat mengamankan sejumlah barang diantaranya uang tunai sekitar Rp1.135.000, satu unit handphone merek ITEL warna pink, satu tas hitam bertuliskan Summit Series, satu noken hijau, satu senter serta satu charger handphone.
Dari hasil penggeledahan di rumah tersangka di Jalan Gunung, Kampung Tomon 2, Dekai, tim menemukan barang bukti diantaranya 4 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 2 butir amunisi kaliber 9 mm, besi runcing, tas dan noken, dokumen pribadi milik tersangka, busur dan 31 anak panah, 4 parang, 3 kapak, 1 sangkur, 2 pisau dapur, 1 proyektil kaliber 5,56 mm serta 45 selongsong amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo ketika dikonfirmasi awak media, Senin (9/3) mengatakan, penangkapan tersebut merupakan hasil kerja intelijen dan operasi penegakan hukum yang dilakukan secara terukur oleh tim di lapangan.

“Penangkapan terhadap Philip Kobak alias Nenak Kobak merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan Satgas Gakkum terhadap jaringan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Yahukimo. Yang bersangkutan diketahui memiliki peran sebagai Komandan Kompi Kimbusa Kodap XVI Yahukimo dan diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Saat ini tersangka telah diamankan dan proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam berbagai peristiwa lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan, langkah yang dilakukan aparat merupakan bagian dari penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional.

“Upaya yang dilakukan aparat merupakan bagian dari penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, terukur dan sesuai prosedur. Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo. Terhadap setiap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat, aparat akan bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Wakaops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Aparat akan terus bekerja secara profesional dalam menjaga keamanan serta menindak setiap pelanggaran hukum,” katanya.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP