Kalau Razia Jangan Pandang Bulu, Pejabat Dikasih Lewat Tapi Rakyat Dijaring

by -
Pejabat Pemda Mimika
Ilustrasi mobil pejabat

EDITORIAL

WALAUPUN penerapan New Normal di Kabupaten Mimika telah berlangsung selama hampir 2 bulan namun sangat disayangkan angka kasus baru Covid-19 terus meningkat.

Sebagaimana diberitakan media ini 30 Agustus 2020 lalu, sesuai rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 telah terjadi penambahan 18 kasus baru sementara angka kesembuhan hanya 6 orang. Publik terhentak, apalagi secara mengejutkan wilayah Amamapare masuk zona merah.

Seperti mengais harapan di hamparan padang pasir. Para pemerhati Covid-19 semakin pesimis. Apalagi setelah adanya update kasus covid-19 per tanggal 1 September 202 pukul 19.00 WIT yang menyatakan telah terjadi penambahan 6 kasus baru sementara angka kesembuhan hanya 4 orang saja.

Dengan penambahan kasus baru ini maka angka kumulatif kasus Covid-19 menjadi 779 kasus dan angka kasus aktif bertambah menjadi 118 kasus, sementara angka kesembuhan 651 orang.

Dapat dipastikan ada 2 faktor dominan penambahan kasus baru Covid-19 dari waktu ke waktu yakni pertama masih rendahnya tingkat ketaatan masyarakat dalam penerapan Protokol Kesehatan. Dan kedua, terlambatnya pemerintah daerah menyiapkan regulasi yang sifatnya memaksakan masyarakat untuk taat dalam menerapkan Protokol Kesehatan.

Terkait dengan rendahnya tingkat ketaatan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan, telah direspon secara menohok oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Mimika dengan mengatakan kesehatan itu sebuah pilihan hidup, hukum sebab akibat selalu berlaku, jadi semuanya tergantung masyarakat.

Kita lihat di mana-mana baik di pertokoan, pasar, serta area publik lainnya banyak sekali masyarakat tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizier serta tidak menjaga jarak.

Hal ini berlangsung secara terus menerus. Dengan demikian sangat sulit bagi kita untuk mengendalikan persebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

Padahal dalam situasi pandemik Covid-19 ini sangat dibutuhkan ketaatan warga untuk melawan Covid-19.

Lalu apa yang harus dilakukan?, kita butuh 3 M dari masyarakat. Ingat 3 M. Sekali lagi, Pemerintah hanya butuh 3 M dari masyarakat.

Tidak banyak. 3 M yang dimaksud adalah Memakai Masker di mana saja dan kapan saja ketika beraktifitas di luar rumah, Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir serta Menjaga Jarak.

Jika masyarakat melaksanakan 3 M dengan benar, maka kita akan segera keluar dari situasi pademik ini.

Sebaliknya pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk segera merealisasikan regulasi yang dapat mengatur warga dalam penerapan Protokol Kesehatan.

Pemerintah tidak perlu berlama-lama lagi. Situasi kita semakin berbahaya. Apalagi Dinas Kesehatan telah merilis penyakit malaria sebagai penyakit endemis di Mimika sangat berpotensi sebagai komorbit Covid-19 dan berpotensi untuk menimbulkan efek yang lebih parah.

Di samping regulasi yang disertai dengan denda bagi para pelanggar diharapkan dapat meningkatkan ketaatan warga dalam menjalankan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan sabun dan Air Mengalir serta menjaga Jarak).

Selain itu, Pemerintah juga mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan 3 T yakni Test, Tracing dan Treatment.

Warga sangat merespon pernyataan Kepala BNPD Kabupaten Mimika yang berencana akan melakukan razia. Warga berharap agar razia tersebut tidak hanya terbatas pada café, bar dan tempat hiburan malam saja. Tetapi dapat diperluas ke pertokoan, mall, pasar dan area umum lainnya.

Razia ini akan efektif jika disertai dengan sanksi. Jangan pandang bulu. Siapapun dia, sekalipun dia pejabat, jika tidak taat pada protokol kesehatan wajib ditindak. Jangan hukum tajam ke atas tetapi tumpul ke bawah dan ke samping. Satu hal yang penting juga bahwa sebelum melakukan razia, petugas harus tertib lebih dahulu.

Kunci keberhasilan untuk keluar dari situasi pandemik ini adalah kemauan kuat dari pemerintah dalam menegakkan protokol Kesehatan dan partisipasi warga masyarakat dalam menjalankan 3 M.

Dengan demikian kita semua berharap agar pandemik ini segera berlalu. Semoga! (wilh)