Asa Mengakhiri Pandemi dari Vaksin-Vaksin di Dunia

by -

Herawati mengatakan timnya menggunakan platform protein rekombinan untuk pembuatan vaksin dikarenakan sudah terbiasa menggunakannya sehingga proses pengerjaan jadi lebih cepat. Selain itu pengembangan Vaksin Merah Putih dilakukan percepatan yaitu dengan pengerjaan secara paralel dengan target siap produksi pada akhir tahun 2021.

Juhaeri yang juga merupakan pakar epidemiologi dari University Of North Carollina Chapel Hill AS merasa lebih optimis vaksin COVID-19 akan lebih ampuh pada pengembangan generasi kedua. Hal itu karena pengetahuan terkait COVID-19 akan terus bertambah di kalangan peneliti dan akan meningkatkan efikasi vaksin.

Dia mengatakan bahwa virus SARS CoV 2 tidak akan pernah hilang dari muka bumi sama halnya seperti virus influenza yang menyebabkan pandemi Flu Spanyol pada 1980. Hanya saja keganasan penyakit COVID-19 ini akan terus menurun seperti influenza seiring manusia yang beradaptasi melalui daya tahan tubuhnya, produksi vaksin yang ampuh, dan perawatan terhadap pasien semakin canggih yang meningkatkan angka kesembuhan.

Dunia kini berlomba-lomba melakukan uji klinis vaksin COVID-19 demi mengakhiri pandemi yang telah dan tidak hanya menyisakan persoalan medis semata tetapi dampak berlapis pada berbagai sendi kehidupan, baik ekonomi, politik, sosial dan budaya. Masyarakat dunia, termasuk juga bangsa Indonesia sungguh menantikan saatnya vaksin tersebut bisa segera diimplementasikan agar kehidupan bisa kembali normal.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250
BACA JUGA:  4 Pasien Covid-19 di RSMM Timika Meninggal, 24 Orang Dirawat, Tempat Tidur Tersisa 6 Unit