Buntut Pelecahan Seks 25 Murid SD, Orang Tua Siswa dan Lemasa Minta YPMAK Putus Kontrak Yayasan Lokon

by -
Orang tua murid Oktofianus Kum
Orang tua murid Oktofianus Kum

Timika, fajarpapua.com – Para orang tua murid dan Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lamasa) meminta Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) agar mengevaluasi kembali Yayasan Lokon yang kini dipercayakan mengelola sekolah berpola asrama Taruna Papua. Pasalnya, peristiwa pelecehan seksual murid SD sekolah itu sangat mencoreng wajah Mimika.

Orang Tua Murid, Oktofianus Kum kepada wartawan di kompleks sekolah Taruna Papua, Sabtu (13/3) mengatakan peristiwa ini sudah terjadi sejak Oktober 2020 dan baru terungkap pada 9 Maret 2021.

“Ini sudah terjadi lama, ada apa?. Ataukah memang sengaja ditutupi supaya kami orang tua jangan tahu. Pengelola sekolah harus bisa jelaskan dengan baik kepada kami orang tua,” kata Oktofianus.

Menurut dia, Senin nanti akan ada pertemuan bersama pengelola sekolah Yayasan Lokon dan YPMAK. Orang tua meminta YPMAK segera mengevaluasi kinerja yayasan terhadap kasus yang memalukan, merusak serta mempengaruhi kejiwaan anak-anak itu.

“Hari ini semua orang tua demo di sekolah serta mengutuk tindakan biadab dari pelaku yang juga guru anak-anak ini,” tandasnya.

Oktovianus meminta YPMAK memberi sanksi tegas, bila perlu dengan kejadian ini harus putus kontrak. “Ambil yayasan lokal di Papua mumpuni,” paparnya.

Orang rua murid lainnya, Hasan Kemong, mengatakan perlakuan biadap itu mencoreng nama baik YPMAK dan yayasan Lokon.

Pelaku yang saat ini sudah diproses di Polres, harap dikenakan sanksi hukum berat.

Pertemuan Senin bersama orangtua murid sebaiknya YPMAK dapat mempertimbangkan kembali kontrak dengan Yayasan Lokon.

“Di Papua ada yayasan yang mumpuni bisa kerjasama untuk kelola Sekolah Taruna Papua. YPMAK bisa kerjasama dengan gereja-gereja karena gereja punya yayasan pengelola pendidikan yang bagus,” terang Hasan.