Tahun 2021 Daya Saing Digital Di Indonesia Semakin Merata

by -
Daya Saing Digital Di Indonesia
img : Freepik / fanjianhua

Bogor, Fajarpapua.com – Dengan adanya pandemi Corona tampaknya telah membuat banyak usaha memilih memperkuat daya saing digital di Indonesia dalam rangka menjangkau konsumen hingga ke rumah-rumah.

Tidak mengherankan lagi apabila kemampuan pasar konvensional terpukul akibat adanya pandemi corona ini. Namun tentu saja dengan kemajuan teknologi dan usaha pemerintah yang mendukung kekuatan pemasaran secara digital telah membuat pengusaha beralih ke digital.

Daya Saing Digital Di Indonesia Cukup Menjanjikan

Bisnis konvensional kini hanya dijadikan sebagai Trademark atau Penguatan kepercayaan calon pembeli. Namun bukan berarti mereka yang tidak memiliki market atau lokasi bisnis konvensional lantas tidak akan memiliki daya saing digital di Indonesia.

Indonesia semenjak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menggiatkan sektor ekonomi kreatif. Sektor ekonomi kreatif inilah yang akan jadi cikal bakal malaikat penolong usaha konvensional saat ini yang sepi pembeli akibat adanya Pandemi Corona yang dinyatakan masuk ke Indonesia pada bulan Februari dan Maret tahun 2020.

Calon pembeli banyak yang mengurungkan niat untuk berbelanja secara langsung dan mulai beralih ke pasar digital atau memanfaatkan marketplace yang ada.

Selain peralihan usaha dari konvensional menuju digital, tampaknya beberapa bisnis yang dilahirkan untuk mempermudah segala pekerjaan secara digital pun ikut terkena imbas positif.

Beragam usaha yang menawarkan keuntungan lewat jalur transaksi digital pun kian marak. meskipun beberapa di antaranya tergolong ilegal, namun seolah tidak memiliki rasa takut akan tercium oleh hukum di Republik Indonesia kehadirannya terus meningkat.

Kondisi ini tentunya membutuhkan kehati-hatian dari pihak penggunanya sendiri untuk tidak mudah tergiur oleh platform digital yang berbahaya, baik dari segi keamanan maupun financialnya.

Untuk toko online pun berbagai marketplace besar telah memiliki beragam fitur keamanan dan verifikasi agar dapat memberikan rasa aman baik kepada penjual maupun calon pembeli.

Untuk itulah dengan adanya daya saing digital di Indonesia yang cukup sehat dan terus tumbuh subuh, sudah selayaknya kita tidak lagi khawatir dan panik terhadap kondisi yang memang saat ini harus dialami oleh Bangsa Indonesia.

Dengan peningkatan daya saing di Indonesia ini, beberapa industri yang pada awalnya memiliki kesulitan untuk mencapai pembeli/konsumen, kini kebanjiran pesanan.

Bahkan Ibu rumah tangga pun seakan tidak mau kalah untuk ikut menunjukkan kemampuan daya saingnya dengan penjual-penjual lainnya. Bahkan keuntungan yang diperolehnya bisa mencapai 200%-300% dari modal yang dipersiapkan.

Tampaknya bisnis digital ini memang hanya membutuhkan waktu untuk dapat menjadi sebuah bisnis yang bersifat utama, dengan transaksi keuangan melalui transaksi elektronik tentu saja akan lebih memudahkan baik dari penjual maupun pembeli.