Selama Bertugas Kehilangan 9 Prajurit, Banteng Raiders Ditarik dari Papua

by -
Selama awal tahun 2021 kasus penembakan anggota TNI cukup banyak. Foto jenazah anggota Yonif 400/BR Pratu Roy Vebrianto saat dievakuasi ke RSMM Timika.

Timika, fajarpapua.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menarik pasukan Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders dari penugasannya di Papua.

Berdasar informasi yang didapat fajarpapua.com dari siaran resmi Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro, pasukan ini pada Rabu (17/3) sudah tiba dan berada di markas mereka di Srondol, Semarang, Jawa Tengah disambut langsung oleh Panglima Kodam Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Rudianto.

Namun duka mengiringi kepulangan para prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-Papua Nugini ini.

Dari catatan, salahsatu pasukan elite TNI AD ini kehilangan sembilan prajurit terbaiknya baik karena kecelakaan maupun karena kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Adapun kesembilan prajurit Banteng Raiders yang gugur dan tewas di Papua, Sertu Heri Susanto (kecelakaan), Pratu Jihan Risky (kecelakaan), Pratu Rizal Yudha (kecelakaan), Pratu Firdaus Kurniawan (kecelakaan), Pratu Rizal Ahmad (kecelakaan).

Kemudian Prada Agus Kurniawan dari Brigif 4-Dewa Ratna (tertembak OPM), Pratu Roy Vebrianto (tertembak OPM), Pratu Dedi Hamdani dari Yonif Raider 408/Suhbrastha (tertembak OPM)) dan Prada Ginanjar Arianda (tertembak OPM).

Kepulangan Dipercepat

Kepulangan pasukan Banteng Raiders ini dua bulan lebih cepat dari rencana 9 bulan, tapi baru 7 bulan sudah ditarik kembali ke markas mereka.

Memang sejak awal Februari 2021 lalu informasi penarikan pasukan yang dikomandani Mayor Inf Andreas Yudhi Wibowo dari Papua itu sudah disampaikan Puspen TNI.

Perlu diketahui, pasukan Banteng Raiders diberangkatkan ke Papua pada 24 Agustus 2020.