Kabiay : OPM Jangan Diperhitungkan Lagi, Yang Tersisa Hanya KKB di Wilayah Pegunungan

by -
TPN/OPM yang diklaim sebagai KKB terus bergerilya menuntut kemerdekaan.

Jayapura, fajarpapua.com – Keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dianggap tidak perlu dirisaukan lagi. Tindak kekerasan di Papua hanya dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di pegunungan.

Hal itu dikemukakan tokoh pemuda Papua Ali Kabiay kepada wartawan, Sabtu.

Ia menyatakan, pergerakan KKB sudah semakin terdesak. Bahkan tindak kekerasan yang mereka lakukan hanya menunjukkan eksistensi.

Kondisi saat ini keadaan di Papua, menurut Ali Kabiay, jika melihat kembali ke belakang pergerakan Papua Merdeka di tahun-tahun sebelumnya yang paling eksis melawan kedaulatan NKRI adalah OPM atau Organisasi Papua Merdeka.

BACA JUGA:  Lekagak Telenggen, Sosok Komandan TPNPB-OPM yang Brutal dan Digadang-gadang Setara Almarhum Kelly Kwalik

Diakui Ali, OPM telah sedari dulu menjangkiti pemikiran warga-warga di sepanjang pantai/pesisir Papua dan OPM dulu sekali lahir dari gerakan spiritual bawah tanah air kekerasan.

“Jadi ceritanya bermula dari 1963. Aser Demotekay yang merupakan mantan Kepala Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, kemudian muncul juga gerakan pro-kemerdekaan Papua di Manokwari pada 1964, tokohnya adalah Terianus Aronggear. Organisasi Terianus dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan nama OPM semakin dikenal tahun 1965 lewat pemberontakan bersenjata kelompok Permenas Ferry Awom di Manokwari,” ungkapnya.