PrayForNTT : STT Arastamar Merauke Galang Dana bagi Korban Banjir Bandang dan Siklon Tropis di NTT

by -
NTT
Mahasiswa STT Arastamar sedang menggalang dana

Merauke, fajarpapua.com – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Astamar Merauke, Provinsi Papua menggalang dana untuk korban bencana alam, banjir bandang di Adonara, Flores Timur dan badai siklon tropis di hampir seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan NTB.

Aksi galang dana tersebut dilakukan dengan pengumpulan dana secara sukarela dari masyarakat pengendara yang melintas di beberapa titik di kota Merauke, yakni perempatan Tugu Libra, Pasar Baru Mopah, Pasar Wamanggu, di depan Toko Adil, di depan LPP-RRI Merauke dan beberapa titik lainnya.

Koordinator Aksi, Barnabas Tayone mengatakan, aksi sosial kemanusiaan itu lakukan setelah mengantongi Surat Rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Merauke. Hal itu dilakukan untuk membantu meringankan beban derita para korban yang terdampak bencana alam banjir bandang dan badai siklon tropis Seroja di NTT, 4 dan 5 April 2021.

”Ini yang kami laksanakan adalah aksi peduli kemanusiaan untuk NTT, di mana masyarakat sudah beberapa hari terkena musibah banjir bandang dan badai siklon tropis di seluruh NTT. Kami laksanakan di empat titik, di Libra, Pasar Wamanggu, Pasar Baru dan di depan RRI depan Toko Adil. Ini besok juga masih berlangsung,” ujar Barnabas kepada fajarpapua.com di Tugu Libra, Selasa(6/4).

Menurutnya, aksi sosial kemanusian itu dilakukan terdorong atas rasa solidaritas kemanusiaan dan bentuk kepedulian sosial atas musibah bencana yang terjadi.

“Ini wujud solidaritas dan bela rasa kita melihat banyaknya korban jiwa dan materiil yang terdampak bencana alam itu,” ucapnya.

Data yang berhasil dihimpun fajarpapua.com dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) hingga saat ini tercatat 128 orang meninggal dunia dampak bencana banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur pada Minggu (4/4). Sebanyak 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

“Meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis yang dilansir dari sebuah sumber online, Selasa (6/4).

Sementara itu jumlah, sebutnya, pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958 orang, Rote Ndao 672 jiwa (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

“Orang hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21,” beber Raditya menambahkan.

“Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT,” ujarnya.

Kerusakan tersebut dengan rincian di Kota Kupang 10 unit rumah rusak sedang dan 657 unit rumah terdampak. Kemudian di Kabupaten Flores Timur 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak dan delapan unit fasilitas umum (fasum) rusak berat. Sementara di Kabupaten Malaka, 1.154 unit rumah terdampak dan 65 fasum terdampak. Di Kabupaten Ngada 4 unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang dan satu fasum terdampak.