Tinggalkan NTT, Badai Siklon Tropis Menuju Wilayah Barat, BMKG Ingatkan 4 Provinsi Ini

by -
Badai siklon tropis seroja
Citra satelit badai siklon tropis seroja

Jakarta, fajarpapua.com – Dalam 24 jam kedepan atau hingga Jumat (9/4), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan empat provinsi untuk mewaspadai dampak Siklon Tropis Seroja yakni provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, Kamis malam mengatakan, empat provinsi di Tanah Air tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, sebagai dampak dari adanya Siklon Tropis Seroja yang diprediksi mengalami peningkatan dalam 24 jam ke depan.

Dikemukakan, selain hujan lebat, gelombang setinggi 2,5 – 4 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya tinggi gelombang 4 – 6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa.

Menurut analisa BMKG pada Kamis (8/4) pukul 08.00 WIT, posisi Siklon Tropis Seroja telah berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 16,3 Lintang Selatan (LS). 112,6 Bujur Timur (BT), atau sekitar 890 kilometer sebelah selatan-barat daya Denpasar.

BACA JUGA:  Badai Siklon Tropis 94w Menuju Wilayah Papua, Apakah Mimika Ikut Terdampak ? Begini Jawaban BPBD

Jika dilihat dari perkembangan arah geraknya, siklon tropis ini cenderung bergerak menuju ke barat-barat daya dengan kecepatan 16 knots atau 29 kilometer per jam, menjauhi wilayah Indonesia. Adapun kekuatannya terpantau 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPahectoPascal (hPa).

Sesuai prediksi BMKG dalam kurun waktu 24 jam atau pada Jumat (9/4) pukul 09.00 WIT, posisi Siklon Tropis Seroja akan berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali atau 18,7 Lintang Selatan (LS) dan 110,4 Bujur Timur (BT), atau sekitar 1.120 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar dan dipastikan menjauhi wilayah Indonesia.