Dewan Pers Akui Kehadiran Media Sosial “Kerikil Tajam” Bagi Kebebasan Pers, Ini Dampaknya

by -
Kebebasan Pers
Kebebasan Pers

Jakarta, fajarpapua.com – Kebebasan pers yang semakin membaik saat ini, dihadapkan pada disrupsi, salah satunya berasal dari perkembangan media sosial.

“Masih terdapat beberapa ‘kerikil tajam’ yang sering mendisrupsi kemerdekaan dan kebebasan pers itu, terutama di provinsi tertentu. Disrupsi itu kadang berasal dari teknologi, yakni media sosial yang tidak mengusung jurnalisme,” ujar
Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (3/4).

Pernyataan itu disampaikan Ahmad Djauhar bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day 3 Mei 2021.

Dia mengatakan kondisi kebebasan pers secara keseluruhan cenderung semakin membaik. hal itu terbukti dari hasil survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) yang diselenggarakan Dewan Pers di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Namun disrupsi dari pelaku media sosial yang tidak mengusung jurnalisme, menjadi tantangan tersendiri bagi kemerdekaan dan kebebasan pers.

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN