Kutuk Terorisme, Tokoh Malind Merauke Minta Dipertemukan dengan Para Terduga Teroris

by -
Deklarasi Penyataan Sikap Tokoh Adat Malind
Deklarasi Penyataan Sikap Tokoh Adat Malind

Merauke, fajarpapua.com – Forum Komunikasi Tokoh Suku Malind Pemerhati Kondisi Eksisting Kabupaten Merauke pasca penangkapan sejumlah terduga teroris, mengutuk keras masuk dan menyebarnya para pelaku teror ke wilayah Animha Kabupaten Merauke yang diduga merencanakan aksi pemboman terhadap tempat-tempat ibadah dan sejumlah fasilitas umun lainnya.

Mereka meminta Bupati Merauke, Ketua DPRD Merauke memfasilitasi pertemuan Tokoh Adat Malind, Tokoh Paguyuban Nusantara bersama Forkopimda dalam menyikapi situasi dan kondisi masyarakat belakangan ini dengan terungkapnya keberadaan terduga pelaku terorisme di Kabupaten Merauke.

Mereka (Para Tokoh Suku Malind) mengecam paham radikalisme dan aksi terorisme yang mengatasnamakan suku, ras dan agama tertentu, termasuk semua orang yang berpikir radikal, dan bahkan sepaham dengan tindakan radikal teroris. Hal itu wajib diperangi hingga tuntas.

Hal tersebut diserukan dalam 10 poin pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh sejumlah Tokoh Suku Malind pada pertemuan dengan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan, S.Pd, M.Pd yang dilaksanakan di Kafè Cazoary Merauke, Selasa (1/6).

Sejumlah Tokoh Suku Malind yang menandatangani pernyataan sikap itu, antara lain oleh Ignasius M.B Ndiken (Tokoh Adat Malind),  H. Ahmad Waros Gebze, S.H  (Tokoh Malind Muslim/Majelis Muslim Papua), H. Abdul Awal Gebze, S.Pd (Tokoh Malind Muslim/Majelis Muslim Papua), Leonardus Mahuze, M.Si (Tokoh Adat Malind), Hendrikus Hengky Ndiken, A. Md (Tokoh Lembaga Masyarakat Adat Kampung Imbuti), Harry Ndiken (Tokoh Adat Malind), Burhan Zein (Tokoh Muslim Marind), Rendi Ndiken (Tokoh Pemuda Malind), Ferdinand Deky Salima (Tokoh Pemuda Marind) dan Cristiana E.H. Ndiken (Tokoh Perempuan Marind).

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.