Varian Delta Kian Mengancam, Dinkes Mimika Belum Rekomendasikan KBM Tatap Muka Untuk TK, SD dan SMP

by -
Reynold Ubra
Reynold Ubra

Timika, fajarpapua.com – Menghadapi varian baru virus Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mempercepat vaksin bagi masyarakat. Vaksin dinilai yang paling bisa menangkal bahaya virus asal Wuhan tersebut.

Selain itu, berkaitan dengan semakin banyaknya korban jiwa di sejumlah daerah di Indonesia akibat keganasan virus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika belum merekomendasikan tatap muka untuk TK, SD dan SMP.

“Sekarang kami lagi gelar vaksin untuk guru-guru. Kalau ingin tatap muka Juli nanti guru harus divaksin. Tatap muka yang diijinkan hanya SMA/ SMK terlebih dahulu. Siswa yang sudah 18 tahun dianjurkan divaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra, SST M.Epid kepada wartawan di Grand Tembaga Hotel, Selasa (29/6).

Sementara untuk SMP dan SD dan TK belum bisa karena Dinkes menunggu perintah dari pusat dan provinsi. “Rencana sebelumnya Juli sudah mulai tatap muka tapi info varian baru merebak membuat semua rencana terbengkelai,” bebernya.

Dikemukakan, sejauh ini hanya vaksin yang paling efektif menangkal virus tersebut.
“India kenapa kasusnya meningkat tajam karena banyak warganya belum divaksin. Setelah warga terpapar baru pemerintah kejar vaksin dan sekarang angkanya turun. Mereka juga pakai Sinovack seperti kita di Indonesia. Dan kita di Timika harus kejar untuk vaksin secepatnya bagi warga,” tukasnya.

Menurut Reynold, dengan vaksin maka warga akan terjaga dari bahaya covid 19. Artinya bagi warga yang sudah divaksin jika terpapar hanya mengalami gejala ringan.

Soal varian baru, kata dia bisa saja sudah masuk Timika tapi hingga kini belum terdeteksi.

“Bagi para pelaku perjalanan yang masuk ke Timika langsung pemeriksaan di bandara atau pelabuhan laut,” ujarnya.

Saat ini Rumkitban masih membuka kesempatan untuk masyarakat yang ingin divaksin bisa mendaftar di aplikasi.

Dikatakan, pada Selasa (29/6) ada tambahan 44 kasus baru dengan gejala ringan, yang meninggal satu kasus, dan yang dirawat di RSUD sebanyak 9 orang serta RS Tembagapura ada 4 orang.

Dia menjelaskan sesuai data ada anak yang terpapar covid tapi jumlahnya sedikit. Bahkan anak yang masih kecil juga bisa terpapar dari kedua orang tuanya.

“Yang saat ini kami kejar vaksin untuk masyarakat luas. Kami akan buka pada beberapa tempat umum agar warga bisa datang vaksin. Vaksin aman jadi saya harap warga tidak khawatir,” harapnya.

Yang paling penting, lanjut Reynold, warga mendapat vaksin dosis pertama agar tubuh bisa menghadapi serangan virus.(mar)

INFO IKLAN 0812-3406-8145
DEMO AGEN MINYAK TANAH, TUNTUT KEPASTIAN SURAT IJIN LINGKUNGAN