Timika Masuki Musim Hujan, Ancaman Gagal Panen, Petani Semangka Hanya Bisa Pasrah

by -
Sultan di kebun miliknya
Sultan di kebun miliknya

Timika, fajarpapua.com – Cuaca hujan yang melanda Timika akhir-akhir ini mengakibatkan tanaman sayur dan buah-buahan mengalami gagal panen.

Salah seorang petani semangka, Sultan kepada fajarpapua.com, Sabtu (21/8) mengatakan dirinya kesulitan merawat tanaman di masa sekarang.

“Kalau musim hujan seperti sekarang ini kita sulit untuk merawat, karena serbuk bunganya hilang terkena hujan, jadi lebah-lebah yang datang sudah tidak bisa lagi karena sudah tidak ada serbuk bunganya,” ujar Sultan di kebun miliknya SP 4.

Dikatakan, tanamannya banyak yang tidak berbuah. Itupun, jika berbuah sebesar kepalan tangan.

“Tinggal kita merawat saja kalau sudah sebesar kepalan tangan sudah lumayan,” katanya.

Satu-satunya kendala yang dialami hanya saat musim hujan seperti sekarang, untuk hama tidak terlalu pengaruh. Semua petani hanya bisa pasrah dan berharap agar cuaca dapat kembali normal.

“Kalau hama seperti ulat tidak terlalu ada, mungkin hanya jamur, karena itu juga terkendala hujan, ya kalau hujan terus seperti ini tidak bisa berbuat apa-apa, mudah-mudahan satu minggu kedepan ini bisa panas lagi,” katanya.

Setiap panen saat cuaca normal dirinya dapat menghasilkan hingga 3 ton semangka dari 1200 batang yang dia tanam dalam 10 bedengan.

“Mudah-mudahan nanti bisa seperti biasanya, karena semangka terus-terusan terkena hujan tidak bisa hidup, di SP 6 sudah tidak panen kalau cuaca begini,” ucapnya.

Untuk harga saat-saat seperti ini dari petani bisa sampai 8 hingga 10 ribu per kilo jika lagi kosong, tetapi untuk harga standar Pangan Sari relatif Rp 5 ribu.

“Per hari sepuluh karung yang diminta oleh Pangan Sari, standar harganya lima ribu per kilo, tapi kalau memang lagi kosong semua ya bisa sampai Rp 7 ribu. Kalau untuk Pangan Sari tidak perlu takut membusuk karena langsung diambil setelah panen,” tambahnya. (feb)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.