BERITA UTAMAMIMIKA

Rapat Dewan Smart City, Wabup JR Nilai Baru Segelintir OPD di Kabupaten Mimika yang Terapkan Tehnologi

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
5
×

Rapat Dewan Smart City, Wabup JR Nilai Baru Segelintir OPD di Kabupaten Mimika yang Terapkan Tehnologi

Share this article
Foto: Febri Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob berpose bersama usai Rapat Dewan Smart City di Hotel Serayu.
Foto: Febri Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob berpose bersama usai Rapat Dewan Smart City di Hotel Serayu.

Timika, fajarpapua.com – Dewan Smart City Mimika pada Kamis (2/12) menggelar rapat evaluasi terhadap pencapaian pelayanan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Dalam rapat evaluasi yang digelar di Hotel Serayu itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menilai penerapan konsep smart city di daerah ini tidak berjalan maksimal.

Ads

Bahkan Wabup JR menilai, meski dalam laporan banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengaku telah menerapkan teknologi namun kenyataan di lapangan tidak demikian.

“Kalau mendengar hasil rapat hari ini, hampir semua OPD sudah membuat, tapi mana barang itu, itu yang kami belum tahu. Untuk itu sudah seharusnya setiap bulan sekali dewan smart city itu harus rapat, supaya tahu, mana-mana yang sudah membuat dan yang belum,” ujar Wabup JR saat ditemui fajarpapua.com usai rapat.

Menurutnya, saat ini hanya segelintir OPD di lingkungan Pemda Kabupaten Mimika yang telah menerapkan tehnologi terapan sebagaimana konsep smart city.

“Ada OPD yang sudah bagus dalam menjalankan smart city, seperti Disdukcapil. Sekarang saya juga berharap dinas kesehatan menerapkan tehnologi dalam layanannya,” ujar Wabup JR.

Dalam kesempatan itu Wabup JR juga mengapresiasi masyarakat yang berinisiatif menciptakan aplikasi guna mendukung Timika menjadi smart city kedepannya.

“Timika smart city itu sudah ada, cuma belum terlihat. Umpamanya nilai tertinggi didalam pelaksanaan smart city itu empat, Timika saat ini baru dua. Artinya, kita masih belum 100 persen melaksanakan konsep itu,” jelasnya

Sehingga lanjutnya, harus ada komitmen bersama baik pemerintah kabupaten dan seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk mewujudkan hal itu.

Dalam kesempatan itu Wabup JR juga menegaskan Tujuan dari Smart City adalah untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Namun diakui untuk mendukung terciptanya smart city dibutuhkan banyak persiapan, seperti Integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan internet of things.

“Untuk itu kita harus membicarakan perubahan masa depan. Master plan kita evaluasi, mana yang sudah dilakukan dan mana yang belum dilakukan. Dengan demikian tujuan menuju Timika smart city dapat terwujud,” ujarnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *