BERITA UTAMAMIMIKA

Temui Mitra Universitas KSW Salatiga, Tim Monev YPMAK Minta Laporan Perkembangan Tiap Mahasiswa

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Temui Mitra Universitas KSW Salatiga, Tim Monev YPMAK Minta Laporan Perkembangan Tiap Mahasiswa

Share this article
IMG 20220921 WA0059
Tim Monev YPMAK dan mitra UKSW saat foto bersama

Salatiga, fajarpapua.com – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) yang merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia pada Rabu (21/9) kembali melanjutkan kunjungan ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah.

Pada dialog terbuka bersama mitra UKSW, Tim Monev YPMAK meminta penjelasan mendetail perkembangan 48 mahasiswa asal Mimika yang selama ini mendapat bantuan beasiswa YPMAK di lembaga pendidikan tersebut.

Ads

Sekedar diketahui, dari 54 mahasiswa saat ini tersisa 48 orang sedangkan 6 diantaranya dikeluarkan lantaran dinilai tidak mampu mengikuti aturan yang diterapkan UKSW Salatiga.

Dalam acara tatap muka di Balairung UKSW, Roy Sihainenia selaku Koordinator Mitra UKSW memaparkan tentang kondisi riil yang dialami para mahasiswa penerima beasiswa YPMAK serta berbagai tantangan yang dihadapi pihak universitas berhadapan dengan mahasiswa.

“Soal laporan kami sudah buat khusus perkembangan masing-masing mahasiswa selama ini. Saya mau ada format yang pas sebagai indikator penilaian sesuai pedoman yang dikeluarkan YPMAK,” ujarnya.

Menurut dia, kebiasaan mabuk-mabukan mahasiswa sudah berkurang. Namun yang menjadi kendala ada mahasiswa atau mahasiswi yang sering mengalami gangguan kesehatan. Kondisi ini mempengaruhi perolehan IPS dan IPK mereka.

“Ada mahasiswi yang masuk rumah sakit beberapakali. Akibatnya IPK dan IPS tiga kali berturut-turut 0 koma. Diagnosa berbeda-beda, awal penyakit jantung bawaan, tahun kedua apendix, tahun ketiga pergi masuk RS jogja. Pernah rawat di Semarang, Salatiga, Jogja.
Terhadap hal ini kita perlu sepakati apakah tetap dibiayai YPMAK atau bagaimana. Karena itu mempengaruhi pembiayaan dan lamanya masa kuliah,” bebernya.

Selain dua persoalan tersebut, masih banyak hal lain yang disampaikan Roy Sihainenia serta tiga pendamping Giner Maslebu, Debora Natalia dan Desy.

Sebagai bentuk evaluasi, Tim Mitra UKSW menyerahkan data lengkap kondisi mahasiswa serta evaluasi selama menjalani masa studi di UKSW.

Roy juga menjelaskan agar tidak menyulitkan mahasiswa dalam pembelian laptop, pihaknya memberlakukan pemotongan uang belanja bulanan sebesar Rp 500.000.

“Kami siapkan dana awal beli laptop misalnya Rp 5 juta. Nanti kami potong Rp 500 ribu setiap bulan selama 10 bulan. Sehingga sekarang semua mahasiswa beasiswa YPMAK ada laptop,” jelasnya.

Wadir Program dan Monev YPMAK Ifha Nur Karupukaro dihadapan Koordinator dan pendamping mahasiswa UKSW menyampaikan terima kasih lantaran penerapan sistem di UKSW dinilai sudah maksimal.

“Memang untuk keberhasilan studi tergantung anak-anak itu sendiri. Kami menyampaikan terima kasih kepada UKSW yang terus memberi motivasi setiap mahasiswa. Tujuan monitoring ini dalam rangka evaluasi perkembangan mahasiswa
Memang indeks prestasi sangat menurun. Ini informasi baik sekali bagi kami untuk evaluasi,” tukasnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan pemotongan uang saku untuk setiap mahasiawa agar bisa membeli laptop.

“Ini juga sangat membantu mahasiswa. Kedepan nanti kami punya database online yang selalu diisi mitra supaya kami bisa melihat perkembangan masing-masing mahasiswa,” paparnya.

Sementara terkait kesehatan mahasiswa, YPMAK juga akan memasukkan mahasiswa penerima beasiswa sebagai peserta BPJS kesehatan.(ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *