BERITA UTAMAMIMIKA

Tampil Beda, Bersih dan Rapi, Keceriaan Pelajar di Asrama Amor Semarang Bikin Tim Monev YPMAK Benar-benar Kagum

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
6
×

Tampil Beda, Bersih dan Rapi, Keceriaan Pelajar di Asrama Amor Semarang Bikin Tim Monev YPMAK Benar-benar Kagum

Share this article
IMG 20220923 WA0004
Tim Monev YPMAK, Yayasan Binterbusih dan siswa Amor di Semarang.

Semarang, fajarpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia menjenguk para pelajar peserta beasiswa di Asrama Amungme Kamoro, Semarang, Kamis (22/9/2022).

Kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dipimpin Wadir Bidang Program dan Monev, Nir Ihfa Karupukaro disambut hangat oleh anak-anak asrama.

ads

Mereka menyambut para ‘orang tua’ mereka dengan tari-tarian khas Papua. Para penari juga mengalungkan bunga ke para tamu.

Para siswa-siswi juga memimpin acara dan membuat acara hiburan lain bagi para tamu.

“Aduh kami senang sekali datang di sini. Kalian semua terlihat sehat, ceria, kalian harusnya jadi contoh buat kalian punya kakak-kakak yang sudah kuliah itu,” kata Ihfa dalam sambutannya.

Diakui Ihfa usai melihat kondisi para siswa-siswi, para siswa terlihat sangat terurus. Mereka tampak rapih berpakaian.

“Kami sebagai orang tua melihat kalian ini, kami merasa bahagia sekali. Kami berpesan agar kalian bisa tinggal di sini sampai selesai (sekolah). Pulang membangun Mimika,” imbau Ihfa.

Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner mengapresiasi kunjungan YPMAK yang dianggapnya sebagai bentuk kepedulian atas berjalannya program pemberdayaan dan pendidikan anak-anak Mimika.

Bagi Pascalis, pemantauan atas keadaan anak-anak serta kinerja mitra pelaksana adalah bentuk kepedulian kedua Yayasan ini terhadap kemajuan pendidikan anak-anak Mimika.

“Memang saya akui, mendidik anak-anak ini tidak mudah. Sehingga pendekatan kekeluargaan, bagaimana terus merangkul mereka setiap saat itu terus kita lakukan,” kata Pascalis di sela kegiatan.

Diakui Pascalis, pihak yayasan tidak bisa memberikan beasiswa begitu saja dan membiarkan peserta didik tanpa pemantauan.

“Karena fakta juga membuktikan bahwa terpaksa harus gagal di tengah jalan dan tidak bisa melanjutkan hingga selesai. Karena memang mereka (pelajar) perlu waktu. Perlu proses yang lebih dalam,” ujarnya.

Dikatakannya, anak-anak ini perlu orang-orang yang bisa memberikan diri dengan tulus dan ikhlas mendampingi mereka dalam proses perkembangan.

Oleh karenanya, kata Pascalis, Yayasan Binterbusih yang dipercaya oleh YPMAK sebagai mitra pelaksana di kota studi terus berupaya melakukan pendekatan kekeluargaan dalam membimbing para peserta didik.

Diketahui, Kerjasama antara Yayasan Binterbusih dengan YPMAK diakuinya sudah dimulai sejak tahun 1997. Kala itu YPMAK masih bernama Program Pengembangan Masyarakat Timika Terpadu (PWT2).(ana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *