BERITA UTAMAMIMIKA

PTFI Bersama Dinkes Mimika Kolaborasi Intervensi Kesehatan Masyarakat di 3 Kampung di Distrik Mimika Timur Jauh

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

PTFI Bersama Dinkes Mimika Kolaborasi Intervensi Kesehatan Masyarakat di 3 Kampung di Distrik Mimika Timur Jauh

Share this article
IMG 20221110 WA0062
Masyarakat Kampung Amamapare terlihat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan PTFI dan Dinkes Kabupaten Mimika. Foto: Febri

Timika, fajarpapua.comPT Freeport Indonesia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menindaklanjuti hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Intervensi Kesehatan Masyarakat dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis di Kampung Tipuka, Ayuka dan Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kamis (10/11).

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menerjunkan tenaga medis sebanyak 8 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang didampingi tenaga kesehatan dari Tim Freeport CHD dan Malcon.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

“Terhitung mulai Senin 7 November hingga 11 November akan dilakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ayuka,” ujar Penanggung Jawab Lapangan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Yohan Tauran.

Dalam pelayanan di tiga kampung tersebut pihaknya menerjunkan 8 petugas medis terdiri dari dokter 1, perawat 1, gizi 1, analis 1, apoteker 1, kesehatan lingkungan 1, bidan 1, dan kesehatan masyarakat 1. Didampingi oleh Kepala Puskesmas Ayuka.

“Kami juga memberikan sosialisasi, dan pengobatan massal gratis untuk warga Kampung Amamapare, selain itu juga kami melakukan penyuluhan di SD Inpres Amamapare, kami dibantu Tim Freeport CHD dan Malcon melakukan kunjungan untuk mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan,” lanjutnya.

Dikatakan untuk pemeriksaan malaria sejak hari pertama hingga hari ketiga dari 214 orang yang berkunjung terdapat 20 orang yang positif malaria.

“Artinya ada 20 kasus malaria yang ditemukan atau rata-rata 9,35 persen dari 214 orang yang diperiksa,” katanya.

Pemeriksaan dipusatkan di Balai Kampung Amamapare, namun petugas juga melakukan kunjungan door to door jika dirasa dibutuhkan atau jika ada warga yang berhalangan datang ke lokasi pengobatan.

“Kalau masyarakat tidak datang ke balai otomatis kami lakukan pemeriksaan door to door,” ucapnya.

Sementara untuk penyakit yang lain yang mendominasi setelah malaria antara lain seperti ISPA, dan Penyakit Infeksi Kulit.

Selanjutnya, Educator PHMC Internasional SOS PTFI, Elroy Tindige mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Pada hari pertama pelayanan kesehatan pihaknya melakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol, malaria dan beberapa pelayanan kesehatan lainnya.

“Tapi disini kita fokus ke pemeriksaan malaria dan gula darah,” katanya.

Sebelum ke Kampung Amamapare lanjutnya, pihaknya juga melakukan pelayanan kesehatan di Ayuka dan Tipuka yang memiliki angka penderita malaria yang cukup tinggi.

“Tipuka dan Ayuka kasus malaria paling tinggi karena banyak ditemukan jentik nyamuk. Sementara di Amamapare tidak ditemukan nyamuk Anopheles . Kemungkinan kasus yang di Amamapare ini adalah kasus yang didapatkan masyarakat yang mereka turun dari Timika,” katanya.

Selain itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan sampel air yang biasa digunakan oleh masyarakat baik untuk mandi cuci dan juga konsumsi harian.

“Tim dari Environmental PTFI lyang melakukan pemeriksaan sampel air ini yang biasa digunakan masyarakat. Beberapa bisa digunakan tapi harus direbus terlebih dahulu, jadi ga boleh diminum secara langsung,” pungkasnya.

Disela sela melakukan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan juga melakukan pengambilan sampel makanan seperti Tambelo dan Udang yang biasa dikonsumsi warga untuk pemenuhan gizi. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *