BERITA UTAMAMIMIKA

Damri Tambah Dua Trayek Perintis di SP 5 dan SP 9, Suranto : Sesuai Permintaan Kepala Kampung

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Damri Tambah Dua Trayek Perintis di SP 5 dan SP 9, Suranto : Sesuai Permintaan Kepala Kampung

Share this article
IMG 20230204 WA0038
Bus DAMRI yang melayani angkutan masyarakat Mimika.

Timika, fajarpapua.com – Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) Cabang Mimika di tahun 2023 ini telah membuka dua trayek angkutan jalan perintis rute Timika – SP 5, dan Timika SP 9.

Sebelumnya Damri melayani 7 trayek perintis Timika – Miyoko, Timika – Iwaka, Timika – Pigapu, Timika – Kali Kamora, Timika – SP 7, Timika – SP 13, dan Timika – SP 6.

Ads

Dan kini dengan ditambahnya dua trayek maka Damri melayani 9 trayek dengan 37 unit Bis dimana 20 diantaranya merupakan Bis Bekas PON XX Papua.

“Tahun lalu Damri melayani transportasi masyarakat Timika sebanyak 7 trayek. Terminal utamanya adalah wilayah dalam Pasar Sentral, dan kini tambahan baru dua trayek, jadi 9,” ujar General Manager Perum DAMRI Cabang Mimika Suranto kepada fajarpapua.com, Sabtu (4/2).

Dibukanya dua trayek tersebut berdasarkan permintaan dari kepala kampung masing-masing dengan didorong dukungan dari Dinas Perhubungan, dan telah dilakukan kajian kajian pada tahun lalu.

“Kami sudah layani dua trayek tersebut, itupun permintaan dari kepala kampung,” katanya.

Sementara rencananya untuk bis ex-pon guna mendukung program pemerintah akan digunakan sebagai angkutan massal dalam kota.

“Nah, kemarin dari Dishub dengan Damri Mimika telah survey jalur namun belum diperkirakan nanti jalur mana saja yang diutamakan untuk dilayani terlebih dahulu,” katanya.

Suranto mengatakan, Damri yang digunakan sebagai transportasi masyarakat Kabupaten Mimika tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat lokal walaupun tidak dibayar sesuai tarif yang berlaku.

Ada beberapa masyarakat lokal yang sampai saat ini melakukan pembayaran ongkos perjalanan tidak sesuai dengan tarif yang diberlakukan,” tambahnya.

Dikemukakan, untuk semua daerah yang terisolir sudah tercover dengan baik, sementara untuk tarif sampai saat ini masih tetap sama yakni Rp 10 per orang. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *