BERITA UTAMAMIMIKA

Peringati Hari Bhakti Rimbawan, BBKSDA Papua Didukung Freeport Lepas Liarkan 20 Satwa di Hutan Kuala Kencana

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Peringati Hari Bhakti Rimbawan, BBKSDA Papua Didukung Freeport Lepas Liarkan 20 Satwa di Hutan Kuala Kencana

Share this article
6a436367 7079 4800 b6ac ee6ee8c5d544
VP Enviromental PTFI Gesang Setiadi bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy dan Kepala Balai Besar KSDA Papua, A.G. Martana saat pelepasliaran satwa di hutan Kuala Kencana Rabu (15/3). Foto : Reyno

Timika, fajarpapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-40, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua berkolaborasi bersama Environmental Department PT Freeport Indonesia (PTFI) melepasliarkan 20 satwa ke habitat alaminya. Lepas liar berlangsung pada Rabu (15/3) di Hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua.

Adapun satwa-satwa yang dilepasliarkan terdiri atas 3 ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata), 15 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 1 ekor julang papua (Rhyticeros plicatus), dan 1 ekor ular tanah (Stegonotus sp.). Satwa-satwa tersebut berasal dari pengamanan petugas di Bandar Udara Mozes Kilangin pada September 2022, penyerahan dari masyarakat Timika pada Juli 2022, dan penyerahan dari karyawan PT. Freeport Indonesia pada Maret 2023.

Ads

Dalam pelepasliaran satwa tersebut juga melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Cabang Dinas Kehutanan Mimika, Kesatuan Pengelolaan hutan lindung, PTN Lorenz Wilayah I Mimika dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy, menyampaikankan bahwa semua satwa telah menjalani proses habituasi di kandang transit Environmental Department PT. Freeport Indonesia.

“Perilaku satwa sudah kami pantau dengan saksama, dan kami nyatakan siap dilepasliarkan. Selain itu, semua satwa juga menjalani proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika,” kata Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa kegiatan pelepasliaran satwa tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Mimika, Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Wilayah VI Mimika, SPTN I Timika Balai Taman Nasional Lorentz, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Pemerintah Kelurahan Kuala Kencana, dan segenap penggiat lingkungan di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan pelepasliaran satwa tersebut.

“Banyak pihak yang telah berperan besar dalam menjaga satwa liar milik negara. Kami berharap sinergitas ini terus terbangun dan semakin baik ke depannya,” ungkap Martana.

Pada kesempatan yang sama, Martana juga menyampaikan bahwa Hari Bakti Rimbawan seyogianya menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para rimbawan di seluruh Tanah Papua. Rimbawan perlu memahami esensi rasa bakti terhadap negara, yang semestinya dilakukan sepanjang hayat, bukan hanya saat peringatan Hari Bakti Rimbawan saja.

“Harapan kami, para rimbawan Papua dapat lebih kuat lagi menyatukan tekad, juga lebih meningkatkan kinerja dalam menjaga alam Papua agar tetap lestari sehingga dapat dinikmati anak cucuk kelak,”ujarnya.

Sementara mewakili manajemen PTFI VP Enviromental PTFI Gesang Setiadi mengatakan, PTFI sudah mendukung pelepas liaran satwa liar lebih dari 51 ribu satwa yang dilepas liarkan pada even-even tertentu. PTFI berkomitmen untuk mendukung baik program upaya-upaya pelestarian anela ragam hayati yang ada di Papua.

“Atas nama PTFI kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang selama ini sudah memberikan dukungan kepada dalam memenuhi komitmen dalam hal ini,” kata Gesang.

Menurut Gesang dalam komitmennya PTFI juga menyediakan kandang transit untuk hewan-hewan sitaan sebelum dilepas liarkan.

“Jadi hewan hasil sitaan dititipkan dikandang kami dimile 21 sebelum dilepas liarkan. Kami siap mendukung upaya-upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk upaya-upaya pemulangan satwa asli Papua yang sudah dibawa ke berbagai wilayah di Indonesia,”ujarnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *