BERITA UTAMAPAPUA

Jumlah Produksi Kopi Papua Capai 2.799 Ton Per Tahun, Kopi Arabica Kualitas Premium dari Dataran Tinggi

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
9
×

Jumlah Produksi Kopi Papua Capai 2.799 Ton Per Tahun, Kopi Arabica Kualitas Premium dari Dataran Tinggi

Share this article
IMG 20230805 WA0014
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti saat memberikan plakat kepada Plh Gubernur Papua Ridwan Rumasukun

Jayapura, fajarpapua.com – Festival Kopi Papua 2023 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, secara resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti di Eks Terminal PTC Entrop Jayapura, Jumat (4/8/2023).

Pembukaan Festival Kopi Papua ini dihadiri Plh Gubernur Papua, Muhammad Ridwan Rumasukun, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya dan sejumlah Muspida Provinsi Papua.

Ads

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, Festival Kopi Papua merupakan acara rutin yang telah diselenggarakan sejak tahun 2018 dan untuk tahun ini dirangkai dengan Gebyar Kemerdekaan RI ke–78.

“Di Setiap Makna Indonesia” adalah salah satu nilai yang ditanamkan di Bank Indonesia. Bahwa dalam menjalankan pekerjaan, kami selalu berupaya agar setiap kebijakan dan program Bank Indonesia dapat memberikan dampak dan makna yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Destry Damayanti.

Dalam mewujudkan nilai tersebut dalam bentuk upaya konkrit, kata Damayanti, Bank Indonesia melalui 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri menyelenggarakan Strategic Flagship Program (SFP) yang mengangkat komoditas unggulan dari setiap wilayah di Indonesia.

Salah satunya yakni Festival Kopi Papua yang dirangkai dengan Gebyar Kemerdekaan RI Ke–78 dengan tema “Mendunia dari Bumi Papua” yang mengusung kopi Papua sebagai komoditas ekspor unggulan Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa kopi Papua terbukti memiliki ciri khas tersendiri yang autentik dan sudah menggaung di ranah domestik ataupun internasional.

Lebih lanjut Damayanti menjelaskan, data dari BPS tahun 2023, dapat diketahui bahwa secara nasional, luas area perkebunan kopi nasional adalah 1,28 juta Ha dengan kapasitas produksi sebesar 781 ribu ton per tahun.

“Ini menjadikan Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar ketiga di dunia dibawah Brazil dan Vietnam. Namun produksi kita hanya naik sekitar 2 persen setiap tahunnya. Ini yang tentunya harus menjadi PR atau perhatian kita bersama untuk mendorong produksi kopi nasional,” katanya.

Sementara itu, untuk area perkebunan kopi di Papua baru seluas 13.991 Ha dengan jumlah produksi sebesar 2.799 ton per tahun. “Berdasarkan data tersebut, memang kontribusi luas perkebunan kopi di Papua terhadap nasional baru sebesar 1,09 persen dan share jumlah produksi kopi di Papua terhadap nasional adalah 0,35 persen,” ungkap Damayanti.

Menurut dia, hal ini menggambarkan bahwa masih terdapat peluang yang sangat besar untuk terus mengembangkan industri kopi di Papua mengingat potensi Kopi Papua yang sangat tinggi. Di lain sisi, kita perlu lihat juga dari sisi kualitas, mengingat Kopi dari Papua didominasi oleh kopi Arabica dengan kualitas premium. Kopi Arabica dari Papua berasal dari daerah dataran tinggi Papua yaitu Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo, Paniai, Lanny Jaya dan lainnya. Selain tentunya, kopi jenis Robusta yang tersebar di daerah Merauke dan Serui.

Damayanti mengungkapkan, Bank Indonesia selalu mengedepankan prinsip KIS (Konsisten, Inovatif dan Sinergi), dimana hal tersebut juga tercermin dalam kegiatan Festival Kopi Papua. Bahkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua secara konsisten menyelenggarakan Festival Kopi Papua setiap tahunnya, dimana kegiatan ini telah disinergikan bersama Pemerintah Provinsi Papua dan instansi terkait dalam rangka memeriahkan Gebyar Kemerdekaan RI Ke–78.

Selain itu, inovasi juga dihadirkan melalui penguatan sisi hilir dengan mendatangkan agregator untuk memperluas akses pasar hingga manca negara. Di tingkat nasional, Bank Indonesia juga secara rutin menyelenggarakan berbagai event dalam rangka perluasan akses pasar bagi UMKM  unggulan binaan Bank Indonesia, khususnya komoditas kopi.

Damayanti menambahkan, beberapa kegiatan yang telah Bank Indonesia selenggarakan diantaranya adalah Pesona Kopi Nusantara di Jakarta baru-baru ini, berbarengan dengan acara Karya Kreatif Indonesia. Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong potensi ekspor  komoditas kopi lewat kerja sama dengan pelaku industri kopi. Salah satunya adalah dengan bersinergi membuat export hub (House of Beans) di Jepang dalam rangka memperkenalkan dan mempermudah pelaksanaan business matching.

“Penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2023 yang dirangkaikan dengan Gebyar Kemerdekaan RI Ke–78 ini adalah bukti kesuksesan sinergi dan kolaborasi antar instansi yang erat. Besar harapan kami agar penyelenggaraan Festival Kopi Papua ini dapat menjadi pemantik api semangat guna meningkatkan kualitas industri kopi di Papua hingga tingkat global,” tuturnya.(hsb).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *