BERITA UTAMAPAPUA

Menko PMK Kirimkan Bantuan Atasi Krisis Pangan di Yahukimo

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Menko PMK Kirimkan Bantuan Atasi Krisis Pangan di Yahukimo

Share this article
IMG 20231110 WA0053
Suasana rapat serah terima bantuan penanggulangan krisis pangan yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (10/11/2023).

Yahukimo, Papua Pegunungan, fajarpapua.com -Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengirimkan bantuan berupa logistik seperti beras, makanan siap saji, hingga vitamin untuk mengatasi krisis pangan di Yahukimo, Papua Pegunungan.

Ads

Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli. Selain dari Kemenko PMK, bantuan juga diserahkan BNPB berupa anggaran siap pakai sebesar Rp1 miliar dan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Bulog.

“Ini merupakan tindak lanjut penanganan masalah kelaparan di salah satu distrik yang ada di Yahukimo. Dan saya sudah berkunjung ke Yahukimo bahwa penanganannya sudah bagus,” ujar Muhadjir di Yahukimo, Jumat.

Muhadjir mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan upaya jangka pendek dari pemerintah, agar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi untuk sementara waktu.

Menurutnya perlu dilakukan upaya mitigasi dan solusi permanen yang menyeluruh untuk mengatasi bencana yang senantiasa berulang di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Salah satunya dengan membangun lumbung sosial dan mengkaji kebutuhan pembangunan gudang logistik. Terkait hal ini akan ditindaklanjuti oleh Kemensos dengan berkoordinasi bersama BNPB.

“Kita siapkan gudang pangan, sehingga siklus masalah kekurangan bahan makanan ini teratasi. Sebetulnya (krisis pangan) selalu terjadi hanya pindah-pindah, dari distrik satu ke distrik yang lain,” ujar Muhadjir.

Selain pembangunan gudang pangan, penyediaan varietas pangan dengan karakteristik lokal yang tahan cuaca ekstrem dan dapat dikembangkan di titik-titik rawan pangan, juga penting untuk segera ditangani.

Solusi lainnya yakni adaptasi teknologi tepat guna untuk pengolahan bahan pangan agar lebih awet, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada masa panen saja.

“Tentunya dengan melibatkan Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi dan kajian. Kemenko PMK dengan IPB dan Universitas Cendrawasih telah menyepakati untuk membuat teknologi pertanian yang cocok untuk daerah rawan pangan,” kata dia.

Muhadjir merasakan sendiri bantuan yang akan dikirimkan ke wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah terkendala aksesibilitas dan keterjangkauan.

Bantuan yang dikirim harus melalui Bandara Sentani, kemudian terbang ke Wamena, dan baru bisa di drop ke Yahukimo.

Untuk memudahkan akses, Kemenko PMK akan mendorong supaya lintasan bandara di Yahukimo dapat diperpanjang. Dengan demikian, pesawat berbadan besar bisa terbang langsung ke Yahukimo tanpa harus melalui Wamena terlebih dahulu.

“Dan masih memungkinkan Yahukimo itu bisa langsung dari Jayapura-Yahukimo, tidak perlu ke Wamena. Karena kalau dari Jayapura ke Wamena kemudian ke Yahukimo, itu costnya tinggi,” kata Muhadjir.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *