BERITA UTAMAJayapura

Pemkab Jayapura Gelar Sidak di Pasar Phara Sentani, Harga Bapok Masih Stabil

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Pemkab Jayapura Gelar Sidak di Pasar Phara Sentani, Harga Bapok Masih Stabil

Share this article
125c8850 395f 47d3 8cd8 7f66a743865f
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jayapura saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Phara Sentani

Jayapura, fajarpapua.com-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jayapura menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Phara Sentani dan pusat perbelanjaan, Rabu (27/3).

Pelaksanaan sidak tersebut adalah untuk mengantisipasi naiknya harga-harga khsususnya harga kebutuhan pokok masyarakat yang sudah menjadi trend setiap hari besar agama seperti hari Raya Idul Fitri.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Delila Giayi saat memimpin sidak menyampaikan sidak tersebut digelar untuk melakukan pengawasan terhadap barang-barang di pasar dan pusat perbelanjaan, serta pemantauan langsung ke lapangan.

Selain itu, sidak ini juga untuk pengendalian inflasi selama bulan Ramadhan dan menjelang raya Idul Fitri. “Tadi kami sidak datangi beberapa pedagang untuk memastikan harga Bapok dan stoknya. Kita lihat harga Bapok masih stabil dan persediaan cukup di pasar sampai dengan Lebaran,”ujar Delila Giayi, Rabu (27/3).

Delila berharap harga Bapok tidak melonjak naik sampai Lebaran nanti sehingga tidak membebankan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Dalam sidak itu, Delila menemukan beberapa barang-barang Bapok yang dijual oleh pedagang dipasar masih banyak berasal dari luar Kabupaten Jayapura yang perlu di evaluasi.

“Rata-rata Bapok yang di jual di Pasar Phara Sentani berasal dari Keerom, Koya, tapi dari Kabupaten Jayapura tidak ada. Padahal selama ini kita menanam sampai dengan panen, lalu hasil panen petani itu dijual dimana?, dan siapa yang menikmati,”ujar Delila.

Menurut dia, masalah tersebut harus di evaluasi, termasuk telur ayam yang kebanyakan di datangkan dari luar. “Kita kan punya petani petelur ayam, itu hasilnya kemana di jual?. Ini akan jadi perhatian kita kedepan untuk di evaluasi dengan OPD teknis,”tegas Delila.

Ia menyebutkan, OPD teknis harus memikirkan cara bagaimana hasil petani lokal di Kabupaten Jayapura ini bisa dijual di pasar.

“Kabupaten Jayapura ini sudah tua, tapi semua hasil komoditas didatangkan dari luar kabupaten . Ini sangat memalukan sekali buat kita, karena kita punya lahan sangat luas, tapi kita tidak bisa menghasilkan hasil petani,”tuturnya.

Delila menambahkan, untuk harga Bapok dari hasil pantau di pasar dan pusat perbelanjaan hingga saat ini masih stabil. “Saya harap pedagang tidak menaikkan harga pada saat Lebaran ini,”ungkapnya.

Sementara itu salah satu pedagang di Pasar Phara Sentani, Herman mengaku, harga Bapok di Pasar Phara Sentani masih normal meskipun sudah ada kenaikan harga sedikit.

“Sejak minggu ini memang sudah ada harga Bapok yang naik, seperti harga cabai rawit Rp 45 ribu dari harga Rp 40 ribu. Bawang Merah Rp.50 ribu, Bawang Putih Rp 55 ribu dari harga Rp 35 ribu dan harga telur ayam Rp 70 ribu,”jelas Herman.

Ia mengatakan, kenaikan harga Bapok biasa terjadi satu minggu sebelum Lebaran, tetapi kenaikannya tidak terlalu tinggi dan masih bisa di jangkau oleh masyarakat.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *