BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Kehabisan Uang, Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan Ahmad Yani Gorong-gorong

4986
×

Kehabisan Uang, Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan Ahmad Yani Gorong-gorong

Share this article
Blokade jalan Ahmad Yani oleh pendulang

Timika, fajarpapua.com – Para pendulang emas tradisional kembali melakukan blokade (pemalangan) Jalan Ahmad Yani, Gorong-gorong Timika, Sabtu (28/2) malam.

Aksi tersebut kembali dipicu karena toko-toko emas yang tutup sehingga mereka tidak bisa menjual hasil dulangan mereka.

iklan

Mereka melakukan blokade jalan dengan menggunakan kayu dan melakukan pembakaran ban.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan toko para pembeli emas tutup karena dana habis kemudian bank juga tutup.

“Para pengusaha toko emas kehabisan anggaran selain itu juga bank tutup, tadi kami berkoordinasi ada yang mencari pinjaman agar bisa membeli hasil pendulang itu,”katanya.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah menyiagakan personil untuk pengamanan dan melakukan pendekatan dan negosiasi kepada pimpinan perkumpulan pendulang.

“Kita menyiagakan anggota untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,”katanya.

Kapolres mengimbau kepada para pendulang agar terap tenang dan tidak anarkis.

“Kami imbau kepada pendulang tetap tenang jangan anarkis, kami tahu ini masalah urusan perut tapi, mohon waktu agar para pengusaha emas ini bisa cari modal untuk membeli, bank tutup nanti hari Senin pengusaha bisa mengambil uang,”ujarnya.(ron)

Responses (20)

  1. berita rece gk disiplin menggunakan rumus 5w+1H. hal dasar saja gk bisa gimana bikin berita

  2. Ribet Lo… Bikin berita yg simple aja ky gitu… Tulisannya ga banyak, orang bisa ngerti… Banyak² tulisannya buat apa skip aja, iklannya banyak

  3. Sederhana nya adl toko takut utk membeli emas hadil apETI. Takut disikat BARESKRIM. Gtu aja ngomong nya muter2 ke bank tutup, y ko kehabisan duit

    1. Betul, emas sedang dilirik aparat. Seperti ada instruksi dari atas. Maklum, negara sedang kesulitan modal.

  4. Tar kalau beli emas sama penambang tradisional ilegal toko mas nya di tangkap. Kemarin udah ada toko mas di grebek gara” beli mas sama penambang ilegal..

  5. Suruh aja oemerintah dan polisi yang beli karena toko emas takut beli emas ke penambang ‘liar’….

  6. Orang mereka cari rejeki ceker ceker sendiri, yg penjajah berdasi bertahun2 dianggap raja, orang Amerika berpuluh2 tahun menjajah nambang di Indonesia oke oke saja, rakyat kecil , pemodal penambangan kecil dianggap pencuri… Hasil tambang

  7. Sebenarnya ini akibat dari kasus toko emas yang digerebek Bareskrim di Jatim, Emas berassl dari Indonesia Timur,
    Karena bagian hulu tertangkap: dana unntuk pembelian disita dan emas disita, Selanjutnya da usaha menutupi aliran kas. maka pemosok kehabisan dana.

  8. Sebenarnya ini akibat dari kasus toko emas yang digerebek Bareskrim di Jatim, Emas berasal dari pertambangan rakyat di Indonesia Timur,
    Karena bagian hulu tertangkap: dana untuk pembelian disita dan emas disita, Selanjutnya ada usaha menutupi aliran kas. maka pemosok kehabisan dana.
    Jadi semakin jelas, sepertinya tujuan penggerebekan adalah pesanan dari penambang besar untuk membuat tambang rakyat ditutup.

  9. Sebenarnya ini akibat dari kasus toko emas yang digerebek Bareskrim di Jatim, Emas berasal dari pertambangan rakyat di Indonesia Timur,
    Karena bagian hulu tertangkap: dana untuk pembelian disita dan emas disita, Selanjutnya ada usaha menutupi aliran kas. maka pemosok kehabisan dana.
    Jadi semakin jelas, sepertinya tujuan penggerebekan adalah pesanan dari penambang besar untuk membuat tambang rakyat ditutup.

  10. Sebenarnya ini akibat dari kasus toko emas yang digerebek Bareskrim di Jatim, Emas berasal dari pertambangan rakyat di Indonesia Timur,
    Karena bagian hulu tertangkap: dana untuk pembelian disita dan emas disita, Selanjutnya ada usaha menutupi aliran kas. maka pemosok kehabisan dana.
    Jadi semakin jelas, sepertinya tujuan penggerebekan adalah pesanan dari penambang besar untuk membuat tambang rakyat ditutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

📢 LAPOR FP