Timika, fajarpapua.com - Upaya memperkuat daya saing UMKM di Kabupaten Mimika, Papua Tengah terus dilakukan oleh seluruh stokeholder di daerah ini.
Kali ini, PT SUCOFINDO (Persero) melalui Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) memberikan edukasi sertifikasi halal kepada para pelaku usaha perempuan di Kuala Kencana, Timika.
Kegiatan yang melibatkan Perhimpunan Wanita Kuana Kencana (PWKK) dan Departemen Peranan Wanita (DPW) Kuala Kencana itu menjadi langkah penting untuk mendorong UMKM lokal lebih siap menghadapi persaingan pasar nasional hingga ekspor.
Kepala Cabang PT SUCOFINDO (Persero) Timika, Djoko Julianto mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen SUCOFINDO dalam membantu pelaku usaha memahami pentingnya sertifikasi halal dan legalitas usaha.
“Sebagai Lembaga Pemeriksa Halal, SUCOFINDO tidak hanya melakukan audit, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak pelaku UMKM memahami proses sertifikasi halal,” ujar Djoko Julianto.
Menurutnya, sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman, seiring penerapan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.
Djoko menjelaskan, sertifikasi halal bukan hanya memberikan rasa aman bagi konsumen muslim, tetapi juga menjadi jaminan kualitas, higienitas, dan keamanan produk secara umum.
“Halal saat ini sudah menjadi standar kualitas produk. Ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, SUCOFINDO juga siap mendampingi UMKM melalui berbagai layanan pendukung seperti Sertifikasi Produk Halal, Sertifikasi Pariwisata Ramah Muslim hingga sertifikasi keamanan pangan.
Bahkan, SUCOFINDO telah didukung laboratorium halal bersertifikat ISO 17025 yang mampu melakukan pengujian DNA babi, kadar alkohol hingga pengujian kosmetik.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat apresiasi dari para peserta. Ketua Persatuan Wanita Kuala Kencana, Fachriani Wanggai berharap sosialisasi seperti itu terus dilakukan agar semakin banyak UMKM di Timika memahami pentingnya sertifikasi halal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus ada karena sangat membantu pelaku UMKM dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Fachriani.
Melalui edukasi tersebut, para pelaku UMKM perempuan di Timika diharapkan semakin siap mengembangkan usaha mereka dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (mas)



