Timika, fajarpapua.com – Aksi orang tak dikenal (OTK) kembali meresahkan pengguna jalan di Kabupaten Mimika. Sebuah mobil minibus jenis Toyota Calya yang diduga digunakan sebagai taksi online Maxim menjadi sasaran pelemparan batu di Jalan Poros Kwamki Narama, Mile 32, Sabtu (18/7) sekitar pukul 22.45 WIT.
Akibat insiden tersebut, kaca belakang sebelah samping kiri kendaraan pecah setelah terkena lemparan batu.
Beruntung, pengemudi berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang dikemudikan oleh pria berinisial A itu sedang melaju dari arah Timika menuju Mile 32 untuk menjemput seorang dokter di Mako Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah.
Namun saat melintas di kawasan pangkalan ojek dekat Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, kendaraan tersebut dihadang oleh sekelompok orang yang diduga hendak memalang jalan.
Menyadari situasi yang berpotensi membahayakan, pengemudi memilih tidak menghentikan kendaraan dan terus melaju.
Keputusan itu memicu para pelaku mengejar mobil menggunakan sepeda motor sambil melemparkan batu ke arah kendaraan.
Lemparan tersebut mengenai kaca belakang sebelah kiri hingga pecah. Pengemudi kemudian mempercepat laju kendaraan menuju Mile 32.
Setelah memasuki kawasan tersebut, para pelaku menghentikan pengejaran dan berbalik arah.
Setelah merasa aman, pengemudi langsung menuju Pos Brimob di Mile 32 untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Bersama personel Brimob, korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, personel Polsek langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan, namun para pelaku sudah tidak berada di tempat.
"Benar, kami masih melakukan penyelidikan. Saat anggota tiba di lokasi untuk merespons laporan, para pelaku sudah tidak ada di TKP," ujar Yusak.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, kendaraan itu memang sedang menuju Mako Brimob untuk menjemput seorang dokter.
Saat melintas di pangkalan ojek dekat Kampung Damai, mobil dihadang oleh sekelompok orang.
Karena merasa terancam, pengemudi tidak berhenti sehingga dikejar dan dilempari batu.
"Pengemudi tidak berhenti karena merasa situasinya tidak aman. Pelaku mengejar hingga ke arah Mile 32, kemudian berbalik arah. Setelah itu korban melapor ke Pos Brimob dan bersama anggota Brimob membuat laporan ke kepolisian," jelasnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta segera melaporkan jika mengetahui informasi terkait kejadian tersebut. (ron)















