Timika, fajarpapua.com – Nasib empat nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Muara Atuka Kabupaten Mimika pada 27 Juni 2026 lalu hingga kini belum diketahui. Namun speedboat yang digunakan para nelayan ditemukan di perairan Kaimana, Sabtu (18/7).
Selain ditemukannya speedboat, dua nelayan yang berada di sekitar perairan Batu Tebakar mengaku sempat melihat sesosok jenazah hanyut. Belum diketahui identitas jenazah tersebut.
Namun karena panik dan ketakutan, kedua nelayan tidak berani melakukan evakuasi maupun menandai lokasi penemuan tersebut.
Salah seorang warga menerangkan, dia bersama rekannya hanya bisa melihat jenazah tersebut sebelum bergegas kembali ke kampung untuk melaporkan kejadian itu kepada warga.
"Tadi kami dapat mayat di Bagian 20, Batu Tebakar. Kami lihat, tapi kami panik jadi tidak bisa ambil. Kami berdua takut, jadi langsung lari ke kampung kasih tahu warga. Waktu itu mayat masih hanyut," ujarnya sebagaimana rekaman yang diperoleh fajarpapua.com.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat dan tim pencarian agar segera menuju lokasi untuk melakukan penyisiran.
Petugas Siaga SAR yang dikonfirmasi fajarpapua.com melalui telepon seluler membenarkan speedboat para nelayan telah ditemukan di perairan Kaimana. Sementara laporan mengenai penemuan jenazah masih belum dapat dipastikan karena saat tim kembali melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud, jenazah tersebut sudah tidak ditemukan.
"Perahunya ditemukan di perairan Kaimana. Untuk satu jenazah itu masyarakat nelayan melihat, tetapi mereka tidak menandai lokasinya. Saat kembali lagi ke lokasi, jenazah tersebut sudah tidak ada, sehingga belum bisa dipastikan apakah itu salah satu korban dari perahu tersebut," ujar petugas yang meminta namanya tidak dimediakan tersebut.
Empat coolbox milik empat nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Muara Atuka Perairan Mimika pada 27 Juni 2026 lalu ditemukan oleh nelayan di wilayah Kaimana.
Temuan tersebut menjadi informasi terbaru setelah operasi pencarian terhadap para nelayan sebelumnya telah dihentikan sesuai prosedur.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery mengatakan, anggota Basarnas di Pos SAR Kaimana telah menemui nelayan yang menemukan empat coolbox tersebut.
"Kemarin anggota SAR di Pos Kaimana sudah bertemu dengan nelayan yang menemukan coolbox. Dari foto yang kami kirim kepada pemilik, mereka memastikan coolbox itu milik longboat yang hilang," kata Charles dikonfirmasi fajarpapua.com, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, informasi penemuan itu juga telah disampaikan kepada pihak keluarga para nelayan. Dikatakan, keluarga menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan. Meski operasi pencarian telah ditutup sesuai standar operasional prosedur (SOP), Basarnas masih terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, nelayan, warga serta Pos SAR Kaimana untuk memantau apabila ada perkembangan baru.
"Keluarga sudah kami beritahu. Mereka menyampaikan terima kasih. Secara SOP pencarian sudah selesai, tetapi kami masih berkomunikasi dengan TNI, Polri, masyarakat, dan Basarnas Pos Kaimana untuk melakukan pengecekan," ujarnya.
Charles menjelaskan, Basarnas tidak dapat menyimpulkan kondisi keempat nelayan tersebut karena hingga kini belum ada informasi yang dapat memastikan keberadaan mereka.
"Kami tidak bisa berbicara kemungkinan bagaimana kondisi mereka. Kami hanya melakukan pencarian langsung selama tujuh hari, kemudian pencarian tidak langsung melalui koordinasi dengan nelayan dan masyarakat," katanya lagi.(ron)















