Timika, fajarpapua.com - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar Kegiatan Pembudayaan Gemar Membaca Tingkat Daerah yang dirangkaikan dengan Lomba Cerita Rakyat Tahun 2026 bagi siswa sekolah dasar se-Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga pada Senin (20/7/2026) itu dibuka Asisten II Sekretariat Daerah Mimika, Santy Sondang, mewakili Bupati Mimika.
Sebanyak perwakilan 28 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Mimika turut ambil bagian dalam perlombaan yang mengangkat cerita rakyat sebagai media penguatan literasi sekaligus pelestarian budaya daerah.
Ketua Panitia, Martha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Menurut Martha, lomba bertujuan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan pelajar, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan budaya lokal, mengembangkan kemampuan berbicara serta rasa percaya diri anak, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
"Tahun ini lomba diikuti 28 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Tema yang diangkat adalah 'Melalui Cerita Rakyat Kita Melestarikan Budaya dan Meningkatkan Literasi Generasi Muda," kata Martha.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, penyampaian tata tertib lomba, penampilan peserta, proses penilaian, hingga pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan.
Untuk memastikan penilaian berjalan objektif, panitia menghadirkan empat dewan juri, termasuk seorang juri dari Perpustakaan Nasional yang memiliki kompetensi di bidang literasi, bahasa, budaya, dan seni bercerita.
Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Santy Sondang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan bagian dari identitas budaya yang mengandung nilai kehidupan, kearifan lokal, dan pendidikan karakter bagi generasi muda.
"Melalui cerita rakyat, anak-anak belajar tentang kejujuran, kerja keras, gotong royong, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah air. Karena itu, lomba ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi media edukasi untuk memperkuat karakter dan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak," ujar Santy.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen membangun budaya literasi sejak usia dini karena kebiasaan membaca menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.
Pemerintah juga mengajak para peserta menjadikan perlombaan tersebut sebagai pengalaman untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, bercerita, dan mencintai budaya daerah.
Selain itu, apresiasi disampaikan kepada para guru dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak dalam menumbuhkan budaya membaca dan membangun karakter.
"Peran keluarga dan sekolah sangat menentukan lahirnya generasi Mimika yang cerdas, berkarakter, berbudaya, serta siap menghadapi tantangan masa depan," katanya.(moa)















