Timika, fajarpapua.com – Pembangunan Jembatan Gantung Mioko Tahap I di Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, resmi dimulai. Bupati Mimika Johannes Rettob melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut, Rabu (2/9/2026).
Bupati Mimika hadir bersama Pj Sekda Mimika Abraham Kateyau, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Fransiskus Bokeyau serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Inosensius Yoga Pribadi. Kedatangan rombongan disambut masyarakat Mioko melalui tarian adat Suku Kamoro.
Peletakan batu pertama menjadi momentum penting bagi masyarakat Mioko, terutama dalam menjawab kebutuhan akses dan konektivitas yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas warga.
Dalam sambutannya, Bupati Rettob mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Mioko tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas serta akses terhadap pelayanan dasar.
“Jembatan ini nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses menuju layanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan,” ungkap Rettob.
Selain mendukung mobilitas warga, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Mioko.
“Kita membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harapan dan masa depan masyarakat,” kata Rettob. Ia menegaskan, pembangunan di Kabupaten Mimika harus dilakukan secara merata, mulai dari wilayah perkotaan hingga kampung-kampung, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Rettob menyebut pembangunan Jembatan Gantung Mioko Tahap I juga menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat “Mimika Rumah Kita”.
Semangat tersebut, katanya, menempatkan Mimika sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat untuk bekerja, membangun, hidup berdampingan dan maju bersama tanpa meninggalkan siapa pun. Karena itu, Rettob mengajak masyarakat Mioko ikut mendukung serta menjaga pembangunan jembatan tersebut agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Kepada kontraktor pelaksana dan seluruh pihak yang terlibat, ia meminta pekerjaan dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan kualitas dan waktu penyelesaian.
“Pembangunan harus tepat mutu dan tepat waktu, serta tetap mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat selama pekerjaan berlangsung,” tegasnya.
Bupati Rettob berharap Jembatan Gantung Mioko dapat menjadi salah satu infrastruktur yang mendorong wilayah tersebut semakin terbuka dan terhubung dengan berbagai pelayanan serta pusat aktivitas masyarakat. “Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perjalanan Mimika menuju daerah yang semakin maju, terhubung dan sejahtera,” harapnya.
Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Jembatan Gantung Mioko diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi penghubung menuju pelayanan dasar sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.(tim)














