Lewati ke konten utama

Diduga Modus Penipuan Berkedok Tiket Kapal PELNI, Calon Penumpang Asal Timika Diminta Waspada

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.30 WIT3 menit baca190 dibaca
Skripsinshut postingan penjualan tiket Kapal Pelni.
Skripsinshut postingan penjualan tiket Kapal Pelni.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Masyarakat Timika yang hendak berpergian dengan kapal laut via Pelabuhan Makassar diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penipuan yang mengatasnamakan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Makassar. Modus penipuan itu diketahui setelah beredar percakapan pemesanan tiket kapal melalui aplikasi whatsapp yang mencurigakan.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, seorang calon penumpang asal Timika, Rina mengaku menerima penawaran tiket KM Binaiya rute Makassar–Labuan Bajo dengan tarif Rp242.500 untuk keberangkatan 27 Juni 2026.

Setelah mengisi formulir pemesanan yang memuat data pribadi, nomor telepon, alamat email, hingga foto KTP atau KK, calon penumpang kemudian diminta melakukan pembayaran ke rekening Bank BCA nomor 3801208217500070.

Yang menjadi sorotan, rekening tujuan pembayaran tersebut tercantum atas nama "UNVERIFIED PELNI PT", bukan nama resmi PT PELNI maupun rekening perusahaan yang telah terverifikasi.

Dalam percakapan itu, pihak yang mengaku sebagai admin PELNI menyampaikan tiket elektronik (e-ticket) akan dikirim dalam bentuk PDF setelah pembayaran diterima dan diverifikasi.

Sementara itu, dari hasil penelusuran di media sosial, ditemukan sejumlah unggahan yang memperingatkan masyarakat terkait dugaan penipuan yang mengatasnamakan PELNI Cabang Makassar oleh akun tersebut.

Beberapa pengguna mengaku hampir menjadi korban setelah diarahkan melakukan pembayaran ke rekening yang tidak jelas statusnya.

Kasus penipuan tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) di Kota Makassar memang dilaporkan masih marak terjadi.

Berdasarkan rilis resmi kepolisian, modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari praktik percaloan di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta hingga penggunaan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan PT PELNI.

Pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Makassar diketahui telah beberapa kali mengamankan oknum calo yang menawarkan tiket palsu kepada calon penumpang. Pelaku biasanya menyasar masyarakat yang tidak mendapatkan tiket di loket resmi.

Selain menawarkan tiket dengan harga lebih tinggi, pelaku juga kerap mengaku sebagai petugas resmi PELNI untuk meyakinkan korban.

Dalam sejumlah kasus, korban diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi, namun tiket yang dijanjikan tidak pernah diterima atau korban gagal diberangkatkan.

Modus lain yang juga banyak ditemukan adalah penggunaan akun media sosial palsu di Instagram maupun Facebook. Akun tersebut meniru identitas PT PELNI dan menawarkan layanan pemesanan tiket secara daring dengan harga yang menggiurkan.

Masyarakat diimbau untuk tidak membeli tiket melalui individu yang tidak dikenal ataupun akun media sosial yang belum terverifikasi.

Pembelian tiket kapal sebaiknya dilakukan melalui saluran resmi yang telah disediakan PT PELNI.

Saluran resmi pembelian tiket PELNI diantaranya melalui aplikasi PELNI Mobile yang tersedia di Google Play Store dan App Store, situs resmi PT PELNI, loket kantor cabang PELNI, serta jaringan mitra resmi seperti Alfamart, Indomaret, dan agen perjalanan yang terdaftar.

Apabila masyarakat ragu terhadap keaslian tiket atau akun yang menawarkan jasa pembelian tiket, disarankan untuk melakukan verifikasi melalui layanan resmi PT PELNI, yakni Contact Center 162, WhatsApp resmi 0811-1621-162, atau akun Instagram resmi @pelni162.

Bagi masyarakat yang telah menjadi korban penipuan, pihak berwenang meminta agar segera mengumpulkan bukti transaksi maupun percakapan dan melaporkannya ke Polsek Wajo atau Polres Pelabuhan Makassar untuk proses penanganan lebih lanjut.(red)