MENJADI mahasiswa berarti mempersiapkan diri menuju satu fase baru kehidupan. Di balik tugas kuliah, ujian, dan target menyelesaikan studi, ada tantangan lebih besar yang menanti: memasuki dunia kerja dan berdiri secara mandiri.
Kesadaran inilah yang mendorong Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) bersama Universitas Papua (Unipa) memperkuat pola pembinaan mahasiswa penerima beasiswa di Kota Studi Manokwari, Papua Barat.
Hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang berlangsung di Kampus Unipa menjadi ruang untuk melihat perkembangan studi mahasiswa sekaligus menemukan kebutuhan pembinaan yang perlu diperkuat.
“Hasil monitoring ini sudah berjalan dengan baik. Ada beberapa hal yang sangat penting terkait perkembangan studi mahasiswa. Kami selaku pengelola di mitra yang ada di sini terus memperhatikan perkembangan studi adik-adik yang ada di Universitas Papua. Ini menjadi perhatian penting bagi kami,” kata Simson Werimon selaku Koordinator Pengelola Kemitraan YPMAK sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unipa Manokwari.
Simson menyampaikan langkah pertama yang akan didorong berupa tutorial untuk memperkuat kemampuan mahasiswa pada mata kuliah yang berhubungan langsung dengan jurusan masing-masing.
“Ini diberikan kepada adik-adik untuk membina prestasi mereka pada bidang atau mata kuliah yang berkaitan langsung dengan program studi atau jurusan yang dipilih,” ujarnya.
Tidak hanya mengejar nilai akademik, mahasiswa juga diarahkan menguasai keterampilan yang dapat digunakan setelah lulus. Pelatihan komputer, Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint disiapkan sebagai bagian dari penguatan life skill.
Pembinaan juga menyentuh sisi kewirausahaan. Mahasiswa akan diajak melihat dan mempelajari secara langsung dinamika usaha yang berkembang di Kota Manokwari. Pengalaman lapangan diharapkan membuka wawasan mahasiswa mengenai pilihan dan tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami juga berupaya mengantarkan mereka untuk melihat bagaimana pelaksanaan usaha yang ada di lingkungan Kota Manokwari,” ucapnya.
Seluruh hasil monev menjadi bahan penting dalam merancang pembinaan berikutnya. Pendekatan ini memperlihatkan arah baru program beasiswa: memberi akses pendidikan sekaligus membangun kemampuan agar penerima manfaat mampu mengembangkan dirinya setelah menyelesaikan studi.
Pada akhirnya ukuran keberhasilan bukan hanya ketika seorang mahasiswa menerima ijazah. Lebih jauh, keberhasilan terlihat ketika ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama masa pendidikan mampu menjadi modal untuk memasuki kehidupan profesional dengan percaya diri dan mandiri.








