Lewati ke konten utama

Masyarakat Wapu Terima Layanan Kesehatan Berkualitas dari YPMAK

Redaksi Fajar PapuaPenulis
15.33 WIT3 menit baca28 dibaca
Masyarakat Kampung Wapu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah saat menerima kunjungan Tim Monev Kesehatan YPMAK
Masyarakat Kampung Wapu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah saat menerima kunjungan Tim Monev Kesehatan YPMAKFoto / YPMAK
Bagikan berita ini
Aa

PELAYANAN kesehatan hadir di tengah keterbatasan akses di Kampung Wapu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Te­ngah.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran petugas kesehatan bukan hanya soal melayani pengobatan, tetapi juga adanya perhatian dan harapan ketika jarak menjadi tantangan.

Wilayah yang jauh dan cukup terisolir tidak boleh menjadi alasan pelayanan kesehatan berhenti. Prinsip tersebut menjadi perhatian Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melalui Program Kampung Sehat di Kampung Wapu.

Monitoring dan evaluasi (Mo­nev) dilakukan untuk melihat langsung kualitas layanan yang diberikan mitra sekaligus mendengar bagaimana masyarakat menerima manfaat program.

“Sebenarnya tujuan kita melakukan monitoring untuk kegiatan program yang dijalankan oleh YPMAK ini supaya mau tahu seperti apa layanan yang sudah diberikan kepada masyarakat. Terus sejauh mana masyarakat menerima layanan yang diberikan oleh mitra kami,” kata Kepala Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar.

Riana menempatkan masyarakat sebagai titik utama evaluasi. Program kesehatan diarahkan hadir di wilayah yang sulit dijangkau agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Terutama kalau kita di Divisi Kesehatan, kita melihat bagaimana program kesehatan bisa langsung diterima oleh penerima manfaat untuk daerah-daerah yang jauh atau bisa dibilang cukup terisolir,” ujar Riana.

Program Kampung Sehat di Wapu telah berjalan sejak akhir 2024. Penempatannya merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat. Sebelumnya, layanan berada di Kampung Waituku, Blumen, dan Kampung Sumapro, kemudian dialihkan ke Kampung Wapu sesuai kebutuhan warga.

Monev juga menjadi ruang untuk melihat perubahan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Bukan hanya jumlah layanan yang diberikan, tetapi juga sejauh mana warga merasa terbantu.

“Kita mau lihat sebenarnya bagai­ma­na penerimaan masyarakat. Terus se­perti apa dampak yang diberikan, apa­kah masyarakat ini merasa bahwa mereka cukup tertolong dengan ada­nya program atau penempatan yang kami berikan di masyarakat,” ung­kap Riana.

Salah satu tantangan yang masih perlu diperkuat adalah kemandirian masyarakat dalam mendukung proses pengobatan. Dalam penanganan malaria, misalnya, peran pengawas menelan obat (PMO) menjadi bagian penting agar pengobatan berjalan dengan baik.

“PMO (pengawas menelan obat) itu kan sebenarnya harusnya kemandirian masyarakat, tetapi mungkin belum 100 persen, sehingga itu kita dorong juga supaya pengobatan. Contoh malaria, itu bisa tertangani dengan baik,” sebutnya.

Di balik pelayanan kepada masyarakat, ada cerita lain yang tidak kalah penting, yakni kondisi para petugas lapangan.

Keterbatasan akomodasi membuat petugas kesehatan masih menempati gedung gereja sebagai tempat tinggal. Kondisi tersebut menjadi perhatian YPMAK karena kenyamanan petugas juga berkaitan dengan keberlangsungan pelayanan.

“Saya hanya merasa cukup prihatin dengan teman-teman yang memang untuk akomodasi atau tempat tinggalnya masih sangat terbatas. Seperti kita lihat mereka sekarang kan menempati gereja,” ucap Riana.

Ke depan, rumah yang lebih layak bagi petugas diharapkan dapat tersedia. Bukan sekadar fasilitas, tetapi ruang untuk beristirahat setelah menjalankan pelayanan di wilayah dengan tantangan geografis yang tidak ringan.

“Walaupun sebenarnya ini cukup luar biasa, tapi saya harap ke depannya mungkin bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para petugas tetap menjalankan pelayanan. Mereka menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Wapu.

Di tempat yang jauh dari pusat layanan, kehadiran seorang petugas kesehatan dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena bagi masyarakat Wapu, kesehatan bukan hanya perihal obat dan pemeriksaan—tetapi tentang kepastian ada yang datang untuk melayani.

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.