Timika, fajarpapua.com – Panah dan busur bukan sekadar alat berburu bagi masyarakat Papua, tetapi memiliki filosofi hidup, harga diri, lambang perjuangan serta menjadi bagian dari budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Archery Exhibition PERPANI Kabupaten Mimika, AKP Doroteus Jemalut, S.E., saat kegiatan Archery Exhibition PERPANI Mimika yang digelar di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Sabtu (26/9/2026).
Mengusung tema “Sehat, Fokus, Berprestasi”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan olahraga panahan kepada generasi muda sekaligus mendorong pembinaan atlet sejak usia sekolah.
Menurut Doroteus, keberadaan panah dan busur sudah sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Papua. Sejak dahulu, panah digunakan untuk berburu, mencari makanan, melindungi diri dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, terutama oleh masyarakat di wilayah pegunungan.
Karena itu, menurutnya, panahan memiliki nilai yang lebih dalam dibandingkan sekadar cabang olahraga.
“Panah dan busur bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Papua. Panah adalah bagian dari filosofi hidup, harga diri, perjuangan dan budaya orang Papua,” ujarnya.
Doroteus mengatakan, tantangan PERPANI saat ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat dijembatani dengan perkembangan olahraga modern sehingga panahan tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga berkembang menjadi olahraga masyarakat berbasis prestasi.
“Bangga sekali rasanya ketika kita melihat anak-anak Papua berdiri tegak, kuat dan kokoh menjadi atlet modern, menjadi atlet yang dibanggakan,” katanya.
Fokus Pembinaan Anak Sekolah
Doroteus menjelaskan, program kerja Pengurus PERPANI Kabupaten Mimika periode 2026-2029 akan diarahkan untuk membangun panahan sebagai olahraga masyarakat modern yang memiliki sistem pembinaan dan orientasi prestasi.
Salah satu prioritasnya adalah memperkenalkan dan mengembangkan olahraga panahan dikalangan pelajar, khususnya siswa Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) dan sekolah Sentra Pendidikan.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat strategis untuk menemukan dan membina bibit atlet sejak usia dini.
“Kita ingin anak-anak sekolah tidak hanya mengenal panahan sebagai budaya, tetapi juga melihatnya sebagai olahraga yang bisa ditekuni secara serius dan membawa mereka menuju prestasi,” jelasnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, PERPANI berharap siswa yang memiliki minat dan bakat dapat diarahkan mengikuti latihan secara rutin, mendapatkan pendampingan pelatih serta memiliki kesempatan mengikuti kompetisi.
Archery Exhibition di SATP menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan teknik dasar panahan kepada para siswa.
Para siswa tampak antusias mengikuti arahan coach mulai dari cara memegang busur, memasang anak panah, posisi tubuh, membidik sasaran hingga teknik melepaskan anak panah.
Kegiatan tersebut sekaligus mengajarkan fokus, konsentrasi, ketenangan, disiplin, keberanian dan ketepatan dalam menentukan sasaran.
Pembinaan dari Sekolah hingga Kampung
Ketua Umum PERPANI Kabupaten Mimika, dr Enny Kenangalem, M.Biomed mengatakan amanah sebagai pengurus PERPANI merupakan tanggung jawab untuk ikut membangun masa depan olahraga dan generasi muda Mimika.
Ia mengatakan panahan memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat Papua sehingga pengembangannya harus tetap memperhatikan nilai-nilai lokal sekaligus diarahkan pada pembinaan olahraga modern.
Ia juga mengibaratkan tanggung jawab pengurus PERPANI seperti noken yang harus membawa beban bersama.
“Busur dan anak panah memiliki sasaran. Noken memiliki beban yang harus dibawa. Begitu juga organisasi ini. Kita memiliki sasaran dan kita juga memiliki tanggung jawab yang harus kita pikul bersama,” ujarnya.
Dr Enny menegaskan, pembinaan tidak boleh berhenti pada kegiatan pengenalan. Anak-anak yang memiliki minat harus diberikan ruang untuk terus berlatih melalui dukungan pelatih, fasilitas, program pembinaan dan kompetisi.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, menambahkan pembinaan olahraga juga harus menjangkau distrik dan kampung.
“Kita tidak hanya mencari atlet yang sudah ada di kota, tetapi mencari dan membina bibit-bibit atlet dari kampung dan distrik,” katanya.
Jangan Takut Bermimpi Menjadi Juara
Ketua PERPANI Provinsi Papua Tengah, Elisabeth Senawatme, M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Archery Exhibition sekaligus pelantikan Pengurus PERPANI Kabupaten Mimika periode 2026-2029.
Ia berpesan kepada para atlet agar tidak takut bermimpi menjadi juara. Namun, menurutnya, prestasi hanya dapat dicapai melalui latihan, disiplin dan kemauan untuk terus belajar.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi menjadi juara, tetapi ingat, juara tidak lahir dari mimpi saja. Juara lahir dari latihan dan disiplin, mental yang kuat, kewaspadaan, kemampuan kognitif dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan atlet untuk menghormati pelatih, menjaga sportivitas, kekompakan dan nama baik daerah.
Sementara itu, Staf Khusus Bupati Mimika, Fransiskus Bokeau, yang hadir mewakili Bupati Mimika, mengatakan olahraga harus menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Olahraga, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan ketika ada pertandingan, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga dapat membentuk generasi yang sehat, disiplin, tangguh dan berkarakter.
Membangun Ekosistem Panahan
Pengembangan olahraga panahan di Mimika membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, KONI, PERPANI, sekolah, klub, pelatih, orang tua, dunia usaha hingga masyarakat.
Pelaksanaan Archery Exhibition mendapat dukungan PT Freeport Indonesia melalui YPMAK serta Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP).
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka ruang pembinaan bagi generasi muda, khususnya pelajar yang menjadi salah satu fokus pengembangan panahan di Mimika.
PERPANI Mimika berharap SATP dan sekolah Sentra Pendidikan dapat menjadi bagian dari pusat pembinaan atlet usia muda yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, panahan tidak hanya menjadi olahraga yang dimainkan ketika ada perlombaan, tetapi berkembang menjadi olahraga masyarakat modern yang memiliki sistem pembinaan dan orientasi prestasi.
Dari tradisi memanah Papua, PERPANI Mimika ingin membangun generasi atlet yang mampu membawa nama Kabupaten Mimika, Papua Tengah hingga Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
Dari budaya menuju prestasi. Dari sekolah menuju podium. Sehat, Fokus, Berprestasi.(red)









