Bencana Diluar, Permintaan Sumbangan Ramai, Lalu Bencana di Mimika?

by -

Timika, fajarpapua.com

Mantan anggota DPRD Mimika, Johan Ade Matulessy mempertanyakan maraknya permintaan sumbangan di lampu-lampu merah dalam Kota Timika ketika ada bencana diluar daerah Kabupaten Mimika.

Namun ketika ada bencana dalam daerah seperti banjir bandang di Kilometer 12, Jalan Trans Nabire, Kampung Kamora Gunung Distrik Iwaka yang mengorbankan lebih dari 300 kepala keluarga, tidak satupun permintaan sumbangan di lampu merah atau pinggir jalan.

“Coba lihat saja, kalau bencana diluar besoknya pasti orang-orang berdiri dengan karton di pinggir jalan dalam kota Timika meminta sumbangan. Lalu bencana di Mimika? Kita bisa lihat sendiri tidak ada permintaan sumbangan,” ungkap Johan ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Selasa (28/7) siang.

Ia mengaku tidak pernah mempermasalahkan permintaan sumbangan di pinggir jalan. Namun dari kejadian ini, Johan meminta Pemda Mimika agar mengaudit perijinan sekaligus laporan pertanggungjawaban dari permintaan sumbangan di pinggir jalan.

“Walaupun sukarela laporan harus jelas. Kita tidak bisa biarkan begitu saja. Karena jangan sampai sumbangan itu tidak sampai kepada korban. Yang mereka pungut itu uang dari rakyat,” tandasnya lagi.

Ia mengaku kepedulian sesama warga Mimika perlu diasah, tidak dilihat dari latarbelakang suku dan agama.