Jika Pemda Mimika Kehabisan Dana Bencana, Mengapa Tidak Libatkan Freeport ?

by -

Editorial

TANTANGAN mitigasi bencana Kabupaten Mimika benar-benar diuji. Ujian tersebut terasa semakin berat karena di tengah situasi penanggulangan bencana non alam pandemik COVID-19 yang belum juga menunjukkan tanda-tanda menggembirakan, Pemda harus diperhadapkan dengan bencana alam banjir bandang yang terjadi pada warga Kampung Kamora Gunung, warga Kilometer 12 PT. PAL, jalan Trans Nabire.

Sebagaimana dilaporkan media ini, hujan yang terjadi berturut-turut beberapa hari ini telah memporak-porandakan rumah dan kebun warga khusus di beberapa wilayah itu.

Bencana ini juga mengakibatkan akses jalan penghubung berubah jadi sungai. Bahkan kabel optik yang berada di lokasi tersebut sempat terputus walaupun kemudian telah diperbaiki oleh Relawan Baznas Mimika.

Merujuk pada Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, definisi bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan manusia. Disebabkan oleh faktor alam dan/ atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Bencana banjir yang terjadi ditengah-tengah Pandemik COVID-19 saat ini seharusnya berada di bawah kendali BPBD sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Namun faktanya sangat miris. Organisasi Perangkat Daerah tersebut justru kehabisan dana penanggulangan bencana di tengah-tengah bencana yang sedang terjadi (fajarpapua.com. Senin, 27 Juli 2020).

INFO IKLAN 0812-3406-8145