Pasien di Shelter Timika Mengeluh, untuk Apa Saya Diisolasi di sini?

by -
Asrama atlit yang digunakan sebagai shelter pasien Covid 19 di Timika

Timika, fajarpapua.com

Jenuh, membosankan, apalagi setiap hari menjalani rutinitas itu-itu saja. Tidak ada perawatan medis, yang ada mereka hanya meminum vitamin. Padahal, disaat bersamaan anaknya sedang meminta uang kuliah dan sewa kos.

Itulah yang dialami seorang penghuni shelter Timika. Dalam keluhannya yang disampaikan kepada Fajar Papua, Rabu (29/7), penghuni shelter dengan nama akun facebook Wani Roga itu mengeluarkan unek-unek isi hatinya.

“Saya pasien OTG di Shelter.
Kurang lebih saya di sini satu minggu dua hari. Sejak tanggal 15 Juli saya swab di RSUD dan hasil pertama negatif, kedua positif lalu mereka bawah saya isolasi di sini,” kisah Wani.

Namun, dia mengaku sangat kecewa karena ternyata di tempat itu hanya diberi vitamin biasa, bukan obat covid 19.

BACA JUGA:  Penularan Covid 19 di Mimika Terus Menurun, Ini Total Pasien yang Meninggal Dunia

“Saya juga di sini sehat-sehat.
Mereka hanya kasih vitamin biasa. Kapan sembuhnya kalau tidak dikasih obat? Kasihan anak-anakku tidak ada yang urus,” katanya.

Ia mengaku, tanggal 30 Juli 2020 ini batas akhir uang kuliah anaknya. ATM ada di rumah, suaminya yang bekerja di Tembagapura tidak membawa ATM. Sang suami juga tidak bisa turun ke Timika untuk mengirim uang anaknya.

“Lalu yang kirim anak saya uang makan dan uang kuliah siapa ?
Saya dikurung padahal saya sehat-sehat saja, tidak ada keluhan setiap hari, lalu buat apa aku diisolasi?” ungkapnya.

Ia meminta keluar untuk menjalani isolasi mandiri di rumah, sebab banyak hal yang harus dikerjakan.

Tim Gugus Covid 19 belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan ini.(boy)