Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Hindari Longsor Susulan, Warga Mengungsi di Kaki Gunung Kanoma dan Japunogoli

Lokasi Aroanop
Lokasi AroanopFoto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com
Ratusan warga dari dua kampung di Aroanop, Baluni dan Jagamin saat ini sudah mengungsi di kaki gunung Kanoma dan Japunogoli. Warga sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Kepala Suku Aroanop, Isak Jangkup ketika menghubungi Fajar Papua, Jumat (31/7) sore mengatakan pasca kejadian bencana longsor pukul 22.00 WIT Kamis malam (30/7), warga tercerai berai menyelamatkan diri.

"Sekarang banyak warga yang masuk hutan menghindar ke tempat yang lebih aman. Tapi sebagian sudah berkumpul di Kanoma dan Japunogoli, di situ tempat agak aman," ujar Isak.

Menurut dia, longsor terjadi di tempat dia tinggal. Terdapat empat gereja miliknya, hanya satu gereja dalam keadaan selamat, sedangkan nasib tiga gereja lainnya belum diketahui.

"Nanti kami akan update terus informasi dari atas (Aroanop)," tuturnya.

Longsor terjadi di Kampung Aroanop, kampung asal Bupati Mimika, pada pukul 22.00 WIT, Kamis malam. Diduga ada korban jiwa, sebab rumah-rumah warga tertimbun.

Warga Aroanop, Elfinus Omaleng kepada Fajar Papua, Jumat (31/7) siang mengatakan, longsor besar terjadi dari gunung Tabuk. Material turun menuju sungai Wanta, lalu menuju kampung Jagamin dan sungai Otawatnogong.

"Longsor terjadi di Baluni dan Jagamin di Aroanop. Warga dan rumah tertimbun," ungkap Elfinus.

Dikatakan, sejak Jumat pagi warga yang selamat sedang korban yang hilang tertimbun longsor.

"Kami mohon agar bantuan SAR untuk koordinasi dengan tim Emergency Response PTFI untuk turun bantu cari warga kami yang hilang di Kampung Jagamin dan Baluni," ujarnya.

Ia menerangkan, signal HP warga di dua kampung tersebut tidak ada. Warga harus berjalan kaki lima jam untuk mengabari peristiwa tersebut.(ana)