Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Serang Truk Rombongan Aparat di Maybrat, TPNPB Sorong Raya Klaim Tembak Mati Dua Personel Keamanan

TPNPB Sorong Raya
TPNPB Sorong RayaFoto / Mimika
Redaksi Fajar Papua2 menit baca40 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap rombongan aparat keamanan di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (2/6).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima Kamis (4/6), menyebut serangan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIT di ruas jalan sekitar 4 kilometer dari Kampung Framniawai menuju Distrik Aifat Timur Jauh.

Menurut Sebby, penyerangan dilakukan terhadap rombongan aparat keamanan yang menggunakan sejumlah truk militer saat melintas di lokasi tersebut.

“Dalam serangan tersebut kami berhasil menembak mati dua personel aparat keamanan dan kontak tembak terjadi hingga pukul 18.00 WIT,” ujar Sebby Sambom dalam keterangannya.

Ia mengatakan laporan tersebut diterima dari Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.

TPNPB juga mengklaim kontak senjata melibatkan sejumlah pimpinan operasi mereka, termasuk Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Mayor Manfred Fatem dan Komandan Batalyon Aikiyu Matias Aisyasor bersama pasukan dari sembilan batalyon TPNPB.

Selain itu, TPNPB menuding aparat keamanan menduduki pemukiman warga sipil dan mendirikan pos militer di sejumlah kampung di Kabupaten Maybrat tanpa izin masyarakat setempat.

Mereka menilai kondisi tersebut menyebabkan warga mengalami ketakutan dan trauma.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyerukan kepada seluruh pasukannya di wilayah Papua untuk menjaga hak-hak masyarakat adat serta sumber daya alam Papua.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dan kepada rakyat Papua agar wajib menjaga hak-hak masyarakat adat dan sumber daya alam Papua,” katanya.

TPNPB juga menyampaikan sejumlah pernyataan politik terkait situasi keamanan di Maybrat, Tambrauw, dan Teluk Bintuni, serta menyerukan perjuangan kemerdekaan Papua.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim penyerangan dan informasi korban meninggal dunia yang disampaikan TPNPB tersebut.

Situasi keamanan di wilayah Maybrat dalam beberapa tahun terakhir memang kerap diwarnai aksi kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM. (ron)

Serang Truk Rombongan Aparat di Maybrat, TPNPB Sorong Raya Klaim Tembak Mati Dua Personel Keamanan | Fajar Papua