Korban Banjir Trans Nabire Capai 1000 KK, Banyak Bantuan Salah Sasaran

by -

Timika, fajarpapua.com

Banjir bandang yang melanda Jalan Trans Nabire Iwaka beberapa hari lalu meninggalkan kerusakan yang sangat parah. Menurut laporan sementara ada 1000 lebih kepala keluarga (KK) yang terdampak. Namun sayangnya, banyak bantuan yang diberikan warga Mimika salah sasaran.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos, MM usai mengantar bantuan sembako, Kamis (30/7) mengatakan, dampak banjir trans Nabire menyebabkan banyak rumah dan ternak piaraan warga yang hanyut.

Berikut, jalan raya Trans Nabire rusak tergerus air sepanjang 150 meter.

Yang paling parah, warga terisolir akibat banjir tersebut mencapai seribuan kepala keluarga (KK) yang didominasi warga Kamoro dan karyawan PT PAL.

Pada Kamis kemarin, Wabup JR membawa 650 kg bahan makanan (bama) menggunakan helikopter yang disalurkan kepada para korban.

Dikatakan, saat ini warga sangat membutuhkan makanan (beras) dan bumbu-bumbu masakan. Untuk sayur katanya masih tersedia, karena lahan berkebun masih tersisa.

“Beras yang kami bawa memang tidak bisa menjawab kebutuhan masyarakat karena masih banyak warga yang belum dapat bantuan. Bantuan warga Timika banyak yang salah sasaran, bukan diterima korban malah diterima orang yang di lokasi aman, bahkan ada pegawaj yang ikut terima. Selain bawa bama, saya juga bertemu warga, survei lokasi banjir dan melihat bagaimana kondisi kesehatan mereka,” ucapnya.

Diterangkan, warga juga membutuhkan obat-obatan. Terkait hal itu, Wabup JR mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, sehingga bisa mengirim tim medis untuk melayani masyarakat.

“Mereka juga membutuhkan kopi gula dan kebutuhan lain,” terangnya.

Hingga Kamis (30/7), lanjut dia, banjir masih terjadi namun dalam volume yang sudah turun, tidak seperti hari sebelumnya.