Curah Hujan Masih Tinggi, BPBD Peringati Warga Mimika Potensi Bencana

by -
Kepala BPBD Mimika, Yosias Lossu

Fajarpapua.com

Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Mimika akhir-akhir ini menyebabkan bebarapa wilayah mengalami musibah banjir dan juga tanah longsor. Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengingatkan warga akan potensi bencana longsor dan banjir.

Musibah banjir sebelumnya terjadi di Kampung Miyoko dan Aikawapuka Distrik Mimika Tengah, area perkebunan kelapa sawit PT PAL Distrik Iwaka. Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Kampung Jagamin, Omponi, Baluni dan Anggigi Distrik Tembagapura.

Kepala BPBD Yosias Lossu mengatakan Pemkab Mimika telah menyalurkan bantuan Bahan Makanan (Bama) ke beberapa wilayah terdampak bencana tersebut.

“Banjir di Miyoko dan Aikawaipuka kita sudah salurkan bantuan 150 paket Sembako. Satu paket terdiri dari beras 10 kilogram, sabun dan kebutuhan lainnya,” kata Lossu saat ditemui di Grand Mozza Hotel Senin (3/8).

Selain di Miyoko dan Aikawaipuka, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan kepada masyarakat di area PT PAL Distrik Iwaka yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai Pindah-pindah.

“Kalau untuk warga terdampak banjir di Jalan Trans Nabire kita juga sudah salurkan. Sebanyak 650 kilogram bantuan bahan makan sudah kita salurkan ke lokasi menggunakan helikopter,” kata Lossu.

Pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di wilayah Jagamin, Omponi, Baluni dan Anggigi Distrik Tembagapura yang terdampak bencana tanah longsor yang terjadi pada pada Jumat (31/7) sekitar pukul 03.00 WIT.

” Disana juga kita sudah salurkan bantuan. Kita menggunakan Helikopter dan langsung tiba dilokasi. Tidak ada korban jiwa, hanya materi” kata Lossu.

Lossu mengatakan curah hujan yang tinggi akhir akhir ini terjadi di Kabupaten Mimika menyebakan beberapa daerah yang rawan banjir mudah terpendam banjir oleh karena dirinya menghimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada.

“Kami menghimbau untuk warga yang tinggal di daerah rawan bencana supaya tetap waspada. Kalau rumah sudah terkikis banjir harus segera pindah cari lokasi aman,” kata Lossu. (sel)