Setahun Mendiang Mgr Jhon Philips, Medan Tugas Keuskupan Timika Sangat Sulit

by -
Perayaan misa peringatan satu tahun kematian Mgr John Philip Saklil Pr di area pusara mendiang Uskup Saklil di belakang Kantor Keuskupan Timika Jalan Cenderawasih SP2, Senin (3/7).

Timika, HP

Umat Katolik Keuskupan Timika, Papua, Senin (3/8) memperingati tepat setahun kematian almarhum Mgr John Philip Saklil Pr. Peringatan moment penting itu ditandai perayaan misa di area pusara mendiang Uskup Saklil, persis di belakang Kantor Keuskupan Timika Jalan Cenderawasih SP2.

Perayaan misa mengenang setahun kematian uskup pertama Keuskupan Timika itu dipimpin Pastor Marthin Kuayo Pr selaku Administratur Diosesan Timika, dihadiri para rohaniawan-rohaniawati serta tokoh umat Katolik di wilayah Timika.

Pastor Marthin dalam kotbahnya mengatakan almarhum Mgr John Saklil yang meninggal dunia pada Sabtu, 3 Agustus 2019 telah meletakan dasar yang kokoh bagi pembangunan iman umat Keuskupan Timika.

“Kami hanya melanjutkan program-program dan kebijakan yang telah dirintis oleh almarhum Bapak Uskup John Saklil. Kami tidak bisa membuat sesuatu yang baru karena sebuah kebijakan yang baru kewenangan itu ada pada uskup terpilih nanti,” kata Pastor Marthin yang juga merangkap tugas sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Timika.

Selama setahun mengemban tugas sebagai Administratur Diosesan Timika, Pastor Marthin menyadari tantangan besar dalam tugas pemimpin gereja lokal yaitu wilayah yang sangat luas terbentang dari sisi selatan Pulau Papua berhadapan dengan Laut Arafura hingga sisi utaran Pulau Papua berhadapan dengan Samudra Pasifik.

Selain itu, katanya, medan tugas di Keuskupan Timika terutama di daerah pedalaman sangat sulit dan menantang, namun gereja harus hadir untuk melayani umat yang hidup terpencar-pencar di wilayah pegunungan, lembah, dataran rendah, rawa-rawa dan lainnya.

“Kami juga dihadapkan pada kesulitan keterbatasan tenaga pastoral. Semua itu sangat mempengaruhi pelayanan kepada umat. Bagaimanapun tantangan yang dihadapi gereja harus tetap berdiri kokoh untuk mewartakan Sabda Allah kepada semua orang,” kata Pastor Marthin.

Ia mengajak umat Katolik Keuskupan Timika agar meneruskan ajakan dan seruan moral mendiang Mgr John Saklil yaitu ‘Gerakan Tungku Api’ sebagai sebuah gerakan yang menyelamatkan umat dan masyarakat secara keseluruhan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada untuk dikembangkan untuk keberlanjutan kehidupan.

banner 300250

“Maka kami mengajak umat Katolik untuk terus melanjutkan gerakan tungku api kehidupan yang dirintis dan digagas oleh Bapak Uskup John Saklil,” pesan Pastor Marthin.

Wakil Bupati Mimika John Rettob mewakili Pemkab dan seluruh masyarakat Mimika menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian, dukungan dan kerja sama Mgr John Saklil semasa hidup dalam membangun masyarakat asli Papua terutama suku Amungme dan Kamoro, dua suku asli di Kabupaten Mimika.

Wabup JR mengatakan Keuskupan Timika yang baru terbentuk pada 2004 bahu-membahu dengan Pemkab Mimika yang juga baru menjadi kabupaten definitif pada 2001 bekerja sama dengan komponen yang lain seperti PT Freeport Indonesia, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang kini berubah nama menjadi YPMAK terlibat dalam banyak kegiatan pembangunan masyarakat lokal.

Melalui Koperasi Maria Bintang Laut, katanya, Keuskupan Timika membina masyarakat nelayan Suku Kamoro yang hidup di wilayah pesisir untuk mulai menabung dan menggunakan uang dari hasil penjualan ikan sehingga bisa menyekolahkan anak-anak.

Demikian pun melalui kerja sama dengan PTFI, Keuskupan Timika menyediakan sarana transportasi seperti bus dan perahu motor untuk mengangkut masyarakat ke pedalaman.

“Bahkan Mgr John Saklil sendiri sampai akhir hayatnya merupakan Direktur Yayasan AMA yang mengoperasikan pesawat ke berbagai wilayah pedalaman di Papua,” tutur John Rettob.

INFO IKLAN 0812-3406-8145